Flash News
No posts found

Tim Brigade Libatkan Perangkat Desa, Percepat Sosialisasi

Edi Suparyanto (kanan) berkoordinasi dengan anggota timnya di Brigade Alsintan, beberapa waktu lalu.

Edi Suparyanto (kanan) berkoordinasi dengan anggota timnya di Brigade Alsintan, beberapa waktu lalu.

Rembang – Sosialisasi mengenai modernisasai alat mesin pertanian (Alsintan) menjadi lebih cepat, dengan keberadaan Brigade Alsintan yang dibentuk oleh Dinas Pertanian Dan Pangan kabupaten Rembang. Tim brigade semacam kelompok kerja yang turun langsung ke lapangan.

Salah satunya kelompok brigade yang dikoordinir Edi Suparyanto, warga desa Kuangsan kecamatan Kaliori. Menurut Edi, pihaknya bertugas mencari order dari petani, sekaligus mengerahkan peralatan ke lokasi, hingga pembayaran setelah pekerjaan selesai.

Sedangkan peralatan yang digunakan, terpusat di kantor Dinas Pertanian Dan Pangan. Pihaknya tinggal mengambil saja, apabila membutuhkan. Mulai alat pemanen padi maupun mesin penanam padi.

“Kami di desa juga mengelola alat mesin pertanian (Alsintan), tapi jumlahnya terbatas dan ditangani langsung dalam usaha pelayanan jasa Alsintan Kuasa Muda. Kalau brigade ini kami bekerja sama dengan dinas, nanti kita laporannya ya ke dinas. Pinjam peralatan apa, harus dilaporkan, “ ungkapnya.

Edi Suparyanto mengakui petani di kabupaten Rembang masih belum banyak memanfaatkan alat mesin pertanian, tiap kali menanam atau memanen padi. Baru beberapa titik di kecamatan Kaliori, sedangkan pesanan paling ramai justru datang dari daerah Jaken dan Jakenan kabupaten Pati.

Ia meminta bantuan perangkat desa ikut memberikan pemahaman kepada petani, bahwa pemakaian mesin – mesin pertanian tergolong aman.

“Kalau di Rembang, baru melayani di sekitar desa Mondoteko. Yang agak banyak wilayah Kaliori ke barat. Order di kabupaten Pati lebih ramai, karena petani di sana sudah familiar dengan kemajuan tekhnologi pertanian. Dengan bantuan perangkat desa, kami kulo nuwun dulu. Biasanya mereka turut mengarahkan area lahan yang tepat kami datangi, “ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pupuk Dan Alsintan Dinas Pertanian Dan Pangan, Ika Himawan Affandi menyebutkan keunggulan alat mesin pertanian, menghemat waktu, tenaga dan juga biaya. Meski demikian pihaknya tak bisa memaksakan petani menggunakan Alsintan, karena sosialisasi perlu proses waktu.

“Kalau sesama petani yang cerita, kecenderungan mereka lebih tertarik. Apalagi kalau bayarnya lebih ringan dibandingkan tenaga manusia, pasti lama kelamaan juga akan mencoba. Saat pemilik lahan kesulitan mencari tenaga buruh, Alsintan menjadi solusi, “ pungkas Ika. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *