Flash News
No posts found

Uston Nawawi Bicara Tentang PSIR, Bagaimana Kalau Ditawari Melatih Lagi ?

Pemain PSIR Rembang menyapa suporter usai laga di Stadion Krida Rembang, baru – baru ini.

Pemain PSIR Rembang menyapa suporter usai laga di Stadion Krida Rembang, baru – baru ini.

Rembang – Setelah memastikan bertahan di Liga 2, pelatih PSIR Rembang yang juga mantan pemain nasional, Uston Nawawi menganggap komposisi pemain PSIR sekarang masih layak dipertahankan untuk musim kompetisi tahun depan.

Melalui sambungan telefon, Uston Nawawi menilai skuad PSIR selama mengarungi Liga 2 tahun ini cukup bagus. Kekompakan dan koordinasi antar pemain, patut diandalkan. Kalaupun masih perlu menambah pemain, paling butuh 2 atau 3 orang, agar PSIR lebih solid mengarungi kompetisi yang cukup panjang.

Menilik hasil babak play off di Sidoharjo, Jawa Timur, anak – anak Rembang tidak kebobolan sama sekali dan berhasil mencetak 2 gol.

“Saya pikir tim ini sudah bagus kok. Kombinasi antara pemain lokal kabupaten Rembang dengan luar daerah sudah padu. Kalau ingin nambah, nggak banyak. Soal finishing lemah, kan tidak melulu tugas pemain depan. Hal itu menjadi satu kesatuan antar lini per lini, “ jelas Uston.

Ketika ditanya apakah masih tertarik menangani tim PSIR, pasca melatih Laskar Dampo Awang sekira 3 Minggu menjelang babak play off kemarin ? Uston menimpali belum ada pembicaraan dengan manajemen PSIR. Baginya enggan berandai – andai. Tapi kalau mengamati tingginya antusias pecinta sepak bola di kabupaten Rembang, ia pribadi merasa senang melihatnya.

“Sesuatu yang belum pasti, nggak enak ngomongnya. Terus terang saya belajar dari pelatih PSIR sebelumnya, mas Hadi Surento. Kita sering koordinasi memoles tim. Tim ini bisa lebih maju, asalkan manajemen, pelatih, pemain dan suporter kompak, “ tambah pelatih berlisensi B AFC ini.

Sementara itu, Sekretaris PSIR, Budi Suharto mengungkapkan sampai hari Minggu (22/10) belum ada rencana pembubaran tim. Pihaknya terlebih dahulu akan melaporkan kondisi PSIR kepada ketua umum PSIR sekaligus Bupati Rembang. Setelah itu, akan dibubarkan melalui sebuah acara atau bagaimana, menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Yang jelas pemain sudah diliburkan seusai play off. Mes pemain sepi. Kita harus laporan dulu sama pak ketua umum mas. Soal pembubaran tim, ya nantilah. Nunggu arahan dari pak manajer juga, “ tandasnya.

Budi Suharto menambahkan belum ada informasi tentang format maupun regulasi Liga 2 tahun depan. Ia berharap sistem kompetisi tidak memberatkan keuangan tim. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *