Flash News
No posts found

Pemandangan Langka, Belajar Tingginya Kebersamaan Dari Ponpes At Taroqqi

Perluasan pembangunan Ponpes At Taroqqi di dusun Waru desa Sidorejo kecamatan Sedan, Selasa (24/10) lebih mengedepankan kegotongroyongan.

Perluasan pembangunan Ponpes At Taroqqi di dusun Waru desa Sidorejo kecamatan Sedan, Selasa (24/10) lebih mengedepankan kegotongroyongan.

Sedan – Ada tradisi yang cukup menarik ketika pondok pesantren At Taroqqi di dusun Waru desa Sidorejo, kecamatan Sedan, akan melakukan perluasan bangunan pondok pesantren. Ratusan warga sekitar, santri, wali santri bahkan para alumni pondok pesantren tersebut ikut datang bergotong royong membantu proses pengerjaan. Sebuah pemandangan yang cukup langka, karena mereka bergerak secara suka rela, tanpa mengharapkan imbalan upah.

Seorang wali santri, A. Hamid mengaku putranya berumur 10 tahun kebetulan mondok di At Taroqqi. Saat dirinya tiba berbaur dengan pekerja, merasa senang melihat kekompakan bersama – sama “ngecor” bangunan lantai atas. Satu sama lain bahu membahu, sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan. Termasuk konsumsi, banyak pula ibu – ibu sekitar yang mengirimkan buah dan aneka makanan.

“Sungguh luar biasa dan jarang saya temui keadaan seperti ini pada masa sekarang. Di pondok pesantren ini, mampu memberikan pelajaran semangat gotong royong. Berbagai kalangan peduli. Ada 250 an orang datang. Sesuatu yang mungkin dianggap berat, akan enak dan mudah manakala dikerjakan bersama. Virus tersebut layak kita tularkan dalam kehidupan sehari – hari, “ ujar warga desa Dorokandang kecamatan Lasem ini.

Yasin, alumni pondok pesantren At Taroqqi mengungkapkan sejak dulu, pengasuh Ponpes, KH. Minanur Rohman sering menyampaikan bahwa pondok pesantren milik semuanya. Bagi santri yang sudah lulus, diingatkan untuk menyayangi adik – adiknya yang masih menimba ilmu di pondok. Ketika punya kerja, sebisa mungkin dibantu. Tak heran apabila banyak alumni balik ke pondok pesantren untuk menyempatkan waktu, demi percepatan pembangunan.

Dalam proses itu, santri maupun perwakilan alumni juga dilibatkan untuk memberikan saran – saran. Kiai biasa memutuskan melalui kesepakatan bersama.

“Sejak awal pembangunan pondok ini mengedepankan kebersamaan. Kiai sering ngendikan pondok ini milik kalian semua, yang di pondok merupakan adik – adik kalian. Lha kalau adik punya gawe, mohon kakak – kakaknya membantu. Kiai memang sangat nguwongke keberadaan santri di sini. Musyawarah demi kemajuan pondok, kami sering dimintai pendapat, “ imbuhnya.

Menurut rencana Ponpes At Taroqqi akan membuat bangunan 3 lantai, terdiri dari aula, mushola, asrama dan beberapa ruangan lain. Pondok pesantren yang berdekatan dengan SMP N I Sedan ini, berdiri sejak tahun 1993 lalu. Sekarang memiliki 500 an orang santri. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. izz

    subhanalloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *