Flash News
No posts found

Desa Khawatirkan Dampak Kelamaan Nganggur, Bupati Punya Ide Hidupkan Bekas Pabrik

Kondisi bangunan bekas pabrik gula mini di desa Bangunrejo kecamatan Pamotan. Sejauh ini belum dimanfaatkan lagi untuk kegiatan produksi.

Kondisi bangunan bekas pabrik gula mini di desa Bangunrejo kecamatan Pamotan. Sejauh ini belum dimanfaatkan lagi untuk kegiatan produksi.

Pamotan – Pihak desa Bangunrejo kecamatan Pamotan mendesak Pemerintah Kabupaten Rembang, untuk mengaktifkan kembali bangunan bekas pabrik gula mini di desa Bangunrejo, yang bertahun – tahun dibiarkan mangkrak tidak terpakai.

Kepala Desa Bangunrejo, Kusminanto menyayangkan bangunan sebesar itu dengan biaya pembangunan uang rakyat mencapai Miliaran rupiah, justru menganggur. Bahkan belakangan ini muncul informasi digunakan untuk pacaran muda mudi pada malam hari dan pernah ada warga yang memergoki dipakai tempat berjudi.

Maka ia berharap Pemkab Rembang mempunyai strategi menghidupkan kembali aset tersebut, sehingga tidak disalahgunakan. Kalau berfungsi, warga sekitar pun mengharapkan ikut terlibat menjadi tenaga kerja.

“Bukannya bikin enteng kami, malah menjadi beban pemikiran kami. Lha gimana, wong malam hari gelap dan sepi, dipakai untuk pacaran. Perjudian main kartu juga pernah. Kalau bangunan pabrik itu aktif kan nggak kayak gitu. Penginnya masyarakat bisa mengurangi pengangguran. Sayang sekali kalau mangkrak terlalu lama, “ ujar Kades.

Sebelumnya, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan setelah bangunan pabrik gula mini desa Bangunrejo Pamotan tidak terpakai, pihaknya punya gagasan untuk pengembangan produk bioetanol. Apalagi setelah ada rencana perluasan budidaya rumput raja (king grass) yang digagas pabrik semen, PT. Semen Indonesia. Batang rumput raja bisa diolah menjadi cairan bioetanol, bahan bakar kendaraan yang ramah lingkungan.

Kalau sekiranya cocok, Hafidz menyarankan PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang mengelola aset bangunan di desa Bangunrejo itu, bekerja sama dengan PT. Semen Indonesia, mengalihfungsikan pembuatan bioetanol. Pasalnya dulu mesin pabrik juga sempat dimodifikasi untuk etanol.

“Rumput King Grass untuk pakan ternak sapi, kemudian batangnya digiling dan diolah menjadi bioetanol. Ampasnya bisa dijual untuk bahan bakar pabrik semen. Kalau semua jalan, bisa meningkatkan kesejahteraan petani, karena per hektarnya mampu meraup pendapatan Rp 6 juta lebih. Nah, PT. RBSJ mungkin bisa menghidupkan bekas bangunan pabrik gula di desa Bangunrejo, karena dulu juga pernah dipakai untuk buat etanol. Soal manajemennnya seperti apa, nanti tinggal dibahas lebih lanjut, “ ungkap Hafidz.

Jika merunut sejarah pembangunan pabrik gula mini di desa Bangunrejo, diprakarsai Bupati Rembang kala itu, Moch. Salim. Konsep pengelolaan, diserahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. RBSJ. Kali pertama digunakan untuk pabrik gula era tahun 2011. Tapi hanya beberapa kali melakukan penggilingan tebu, pabrik berhenti, dengan alasan gangguan mesin dan hasil yang tidak sebanding. Setelah menganggur, sempat dicoba untuk produksi etanol, kemudian gula sorgum pada tahun 2015. Sayangnya lagi – lagi berhenti di tengah jalan, sampai sekarang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *