Flash News
No posts found

Mengejar Serapan Anggaran, Ditarget Meningkat Dari Tahun Lalu

Proyek jalan di kabupaten Rembang. Serapan anggaran daerah tahun ini ditargetkan meningkat, dibandingkan periode tahun 2016 lalu.

Proyek jalan di kabupaten Rembang. Serapan anggaran daerah tahun ini ditargetkan meningkat, dibandingkan periode tahun 2016 lalu.

Rembang – Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Rembang ditargetkan mampu mencapai 90 % pada bulan November 2017.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menuturkan setiap hari Senin, masing – masing kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan paparan terkait pelaksanaan program kerja dan serapan anggaran.

Meski pemakaian belanja langsung masih belum sesuai harapan, namun pada bulan November akan mampu digenjot. Jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, total serapan anggaran mencapai 93 %, kali ini bulan November bisa mendekati 90 %. Begitu memasuki bulan Desember akan naik lagi hingga 95 %.

“Saya akui memang untuk belanja langsung masih belum memenuhi target, namun saya yakin nanti pada bulan November ini bisa mencapai target, ya minimal sudah 90 %. Jadi bulan Desember, tinggal menuntaskan sisa – sisanya. Kalau prediksi saya, 95 % bisa terpenuhi mas, “ beber Hafidz.

Abdul Hafidz menimpali angka belanja daerah tahun ini sekira Rp 1,9 Triliun, meliputi belanja pegawai, belanja modal maupun belanja investasi. Serapan setiap item berbeda – beda. Ia mengintensifkan komunikasi dengan jajarannya, lantaran sudah mendekati akhir tahun, yang biasanya juga bersamaan dengan persiapan menghadapi pembahasan Rancangan APBD 2018.

“Jenis belanjanya kan macam – macam, jadi serapannya beda – beda. Tapi insyaallah dengan komunikasi intens, kami berharap yang dicanangkan dalam APBD bisa terserap maksimal. Apakah naik dengan tahun lalu, saya optimis, “ imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Rembang, Puji Santoso berharap Pemkab Rembang mengevaluasi serapan anggaran selama tahun ini. Apa saja kendala yang muncul dan bagaimana cara mengatasi.

“Salah satunya terkait perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan masih sering dalam 1 tahun anggaran, sehingga waktu pengerjaannya mepet. Sebaiknya perencanaan dianggarkan dulu, terutama untuk proyek – proyek besar. Baru pada tahun berikutnya dieksekusi. Jangan sampai kegiatan menumpuk pada September – November. Kalau waktu longgar, harapannya kualitas garapan juga akan lebih baik, “ tandasnya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *