Flash News
No posts found

Dibalik Peningkatan Hunian Hotel Ketika Akhir Pekan, Ada Sektor Penggerak

Devi Sanserita menunjukkan menu masakan yang baru diluncurkan Hotel Fave Rembang.

Devi Sanserita menunjukkan menu masakan yang baru diluncurkan Hotel Fave Rembang.

Rembang – Menggeliatnya iklim usaha dan sektor pariwisata di kabupaten Rembang, pelan tapi pasti mulai mendongkrak tingkat hunian hotel.

Salah satunya dirasakan oleh Hotel Fave yang terletak di jantung kota, sebelah utara Alun – Alun Rembang. Sales Manager Hotel Fave, Devi Sanserita mengungkapkan ada 100 unit kamar yang tersedia. Ketika hari kerja, hunian hotel berkisar antara 60 – 70 %.

Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu, dulu termasuk cukup rendah hanya 30 an %. Belakangan ini mulai meningkat sampai 50 %, sehingga menunjukkan adanya trend warga senang mengisi waktu berlibur ke Rembang ketika akhir pekan. Menurutnya, prospek kedepan akan semakin bagus, apabila investasi dan pariwisata digarap serius.

“Saya kebetulan sudah kerja di Hotel Fave sejak 3 tahun lalu, pada waktu buka kali pertama. Jadi merasakan betul progresnya. Dulu ketika weekend hunian hotel low banget, tapi kini sudah bisa menembus 50 %. Artinya apa, warga mulai tertarik berlibur ke Rembang. Saya pikir perhotelan juga akan bagus ya, apalagi saat ini sektor pariwisatanya terus digarap, “ ungkap Devi.

Wanita warga desa Kabongan Kidul, Rembang ini menambahkan terkait persaingan hotel yang semakin ketat, baginya tidak masalah, selama masih dalam koridor persaingan sehat dan professional. Menurutnya, dengan pelaku usaha hotel lain juga saling berteman. Bagaimanapun bisnis hotel akan jalan, kalau ditunjang relasi yang luas.

“Persaingan tetap ada, tapi kita bersikap profesional saja. Kita saling merangkul kok. Semisal di Fave ada kegiatan, pemilik hotel lain juga kita undang. Soalnya bisnis hotel akan jalan, kalau didukung saling bertukar informasi. Jadi persaingan yang sifatnya menjatuhkan, nggak sampai seperti itu ya, “ tambahnya.

Sementara itu, Manajer Hotel Fave Rembang, Iwan Setiawan berpendapat jumlah hotel bisa saja akan bertambah, seiring dengan perkembangan daerah. Lebih – lebih kabupaten Rembang mempunyai garis pantai sangat panjang, sehingga cocok pula dibuat kawasan resort memanfaatkan pemandangan pantai.

“Di group kami memang pernah ada pembicaraan tentang angan – angan bikin resort. Tapi kurang pas kalau saya yang ngomong. Biar ownernya saja, mungkin bisa konfirmasi langsung dengan pak Atna Tukiman, “ tutur Iwan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *