Flash News
No posts found

Giatkan Operasi Penindakan, Rambu Larangan Parkir Sering Hilang

Giat operasi parkir liar di jalur Pantura Kaliori, Senin pagi (06/11).

Giat operasi parkir liar di jalur Pantura Kaliori, Senin pagi (06/11).

Kaliori – Pemasangan rambu larangan parkir di sekitar warung pinggir jalur Pantura antara desa Dresi Kulon – desa Tasikharjo kecamatan Kaliori tak kuat bertahan lama, karena cepat hilang. Tidak diketahui pasti, apakah ada yang sengaja merusak, karena merasa terganggu dengan keberadaan rambu atau memang murni pencurian.

Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Sakidjo menyatakan masalah tersebut, di sela – sela giat operasi gabungan parkir liar di jalur Pantura kecamatan Kaliori, Senin pagi (06 November 2017). Ia membeberkan ketika warung makan mulai marak di ruas jalan tersebut, pihaknya sudah memasang rambu larangan parkir. Namun ternyata hilang. Kemudian rambu dipasang lagi, kembali raib untuk kesekian kali. Bahkan sempat melapor ke polisi, meski belakangan gagal menangkap pelaku. Pihaknya akan mencoba mengusulkan pemasangan rambu lagi, sebagai bentuk antisipasi.

“Kita sudah pernah pasang rambu, namun hilang. Dishub juga langsung melapor ke Polsek Kaliori, masih dalam tahap penyelidikan. Kami perlu mengetahui motivasinya, apakah memang rambu tersebut dirusak atau dicuri. Kalau hilang seperti ini, dari Seksi Lalu Lintas tetap akan mengusulkan pemasangan rambu yang baru lagi, “ jelasnya.

Selama penyisiran di jalur Pantura desa Dresi Kulon, tim gabungan menilang 5 unit truk yang parkir di pinggir jalan. Seorang sopir truk, Indra mengaku baru berhenti makan sebentar, sudah terjaring operasi. Padahal kalau mengikuti persidangan, harus bayar denda Rp 250 ribu. Ia merasa keberatan, karena uang saku sopir pas – pasan.

“Lha ada warung di sini, saya berhenti untuk makan. Lapernya kebetulan di sini, jadi nggak sempat cari warung yang menyediakan parkir luas mas. Mohonlah gimana enaknya, masak nggak kasihan sama sopir, “ keluhnya.

Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Rohmat yang ikut dalam operasi tersebut menyampaikan apabila truk parkir di bahu jalan, tetap akan ditilang, karena pasti salah satu rodanya memakan badan jalan. Kondisi itu membahayakan pengguna jalan lain, terutama pada malam hari. Apalagi sudah sering kecelakaan menimbulkan korban jiwa yang dipicu parkir truk sembarangan.

Menurut Rohmat, penindakan truk yang melanggar masih berupa penilangan. Belum ada langkah lain.

“Bahu jalan di sini kan sempit. Ketika truk parkir, tetap akan sedikit memakan jalan. Hal ini berbahaya, biasanya pengendara motor yang melaju nggak menyadari di depannya ada truk parkir, langsung menabrak bak belakang. Makanya secara rutin, tetap akan kami tindak. Lebih – lebih masa sekarang bersamaan dengan Operasi Zebra Candi, “ tandasnya.

Iptu Rohmat menambahkan setelah dari Pantura Kaliori, pihaknya melanjutkan operasi parkir truk di jalur Pantura desa Pasar Banggi, Rembang. Di lokasi itu, sebanyak 4 unit sopir truk ditilang, gara – gara parkir di area terlarang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *