Flash News
No posts found

Penebangan Palem, Menuai Komentar Beragam Pengguna Jalan

Penebangan pohon palem di Jl. Kartini Rembang, untuk menunjang penataan trotoar.

Penebangan pohon palem di Jl. Kartini Rembang, untuk menunjang penataan trotoar.

Rembang – Penataan trotoar di sepanjang Jl. Kartini Rembang harus mengorbankan puluhan pohon palem. Hal itu setelah melalui evaluasi bahwa palem tidak cocok untuk penataan kota kedepan. Meski sempat menuai pro kontra, namun pihak Pemkab Rembang mengklaim penebangan palem demi kebaikan pada masa mendatang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menuturkan pihaknya terpaksa menebang pohon palem, guna menunjang penataan trotoar. Berbeda dengan sistem sebelumnya, kini penataan trotoar menjadi satu paket dengan penanaman pohon pengganti, sehingga terprogram dengan baik. Palem kemudian akan diganti pohon angsana, yang memiliki daun lebih rimbun, sehingga diharapkan suasana kota lebih teduh pada siang hari.

Proyek tahun ini dianggarkan Rp 1,8 Miliar, sedangkan tahun 2018 akan dilanjutkan dengan alokasi dana Rp 7 Miliar lebih. Kenapa memilih mendekati akhir tahun 2017, supaya tanaman mampu tumbuh dan berkembang, seiring dengan datangnya musim penghujan.

“Kalau dulu penanaman dan penataan trotoar kan terpisah, sehingga ketika nanam, rentan merusak trotoar. Kalau sekarang kita bikin satu paket. Palem kami ganti dengan pohon yang lebih rindang dan memiliki estetika untuk keindahan kota. Pohon palem sudah mulai ditebang, semoga kelak memberikan manfaat yang lebih baik, “ tutur Hafidz.

Bupati juga meminta kepedulian dari pemilik toko di sepanjang Jl. Kartini, untuk ikut menjaga tanaman. Selama ini umumnya mereka terkesan diam saja.

“Mbok yao kalau menebang, ya mengganti tanaman baru lah. Biar kita sama – sama jalan. Kalau seperti itu terus, nanti di depan toko pohonnya lebih dirapeti saja, “ ujar Bupati.

Menanggapi penebangan palem, komentar sejumlah warga beragam. Linda Kristina, seorang pengguna jalan mengaku mendukung penggantian palem, asalkan serius dirawat. Menurutnya, yang paling penting pohon bisa rindang, sehingga warga yang melintas di Jl. Kartini merasa nyaman. Kalau palem, sering mengganggu jaringan listrik dan tidak berdampak terhadap keteduhan kota.

“Setiap jenis tanaman, memang ada plus minusnya. Palem setinggi apapun, masih panas. Kalau angsana yang sudah besar, suasana akan lebih teduh. Bagi saya yang penting rindang, biar pejalan kaki maupun pengguna jalan merasa nyaman. Nanti tinggal dirawat dan ditata, sehingga estetika nya juga dapet, “ tutur warga Kutoharjo, Rembang ini.

Pemakai jalan lainnya, Mukhlisin berpendapat penebangan palem merupakan bentuk ketidakcermatan perencanaan pemerintahan tempo dulu. Ia sebatas meminta Pemkab Rembang lebih berhati – hati sebelum memutuskan, supaya tidak menghambur – hamburkan keuangan daerah.

“Palem sudah besar, mulai beli bibit sampai perawatannya sudah habis berapa. Kini ditebang, sehingga banyak pengeluaran percuma. Saya sich mendukung saja mau diganti pohon jenis lain, tapi kajiannya harus matang. Jangan sampai kelak ganti pemimpin, ganti pohon lagi, “ ungkap Mukhlisin. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *