Flash News
No posts found

Yukk…Diintip Bagaimana Desain Tugu Bundaran Pasar

Desain gambar tugu baru di kawasan bundaran, sebelah timur pasar Rembang.

Desain gambar tugu baru di kawasan bundaran, sebelah timur pasar Rembang.

Rembang – Renovasi tugu di bundaran sebelah timur pasar kota Rembang, dipastikan memberikan nuansa baru dan konstruksinya lebih kuat.

Sunardi, seorang pegiat LSM di Rembang mengaku sempat berkomunikasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Rembang, menyusul banyaknya pertanyaan dari masyarakat, kenapa tugu di pusat kota tersebut dibongkar.

Mengutip hasil pembicaraan dengan pejabat DPU Dan Tata Ruang, menurutnya tugu di dekat pasar bukanlah tugu lilin. Tugu lilin yang sebenarnya berada di depan gedung Balai Kartini. Ia mengungkapkan penataan tugu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Rembang, dalam memperindah estetika kota yang selama ini kurang diperhatikan, sekaligus mengejar target Adipura pada tahun 2018. Mengenai bentuk, Sunardi sudah melihat gambar desainnya. Tugu mirip segi tiga, dilengkapi semacam aksen tambahan bercorak batik dan dikelilingi bunga.

“Kondisi tugu yang lama kan sangat memprihatinkan, disenggol beckhoe saja roboh. Tentu membahayakan pengguna jalan. Jadi inginnya Pemkab, biar wajah kota lebih bagus dan Rembang nggak tertinggal dengan daerah – daerah lain. Tugu dilengkapi lampu, kemudian ada pula cat berwarna emas pada bagian selendang tugunya, “ ungkap warga dusun Ngumpleng desa Gunungsari kecamatan Kaliori ini.

Sunardi menambahkan  bundaran tugu yang baru diameternya masih tetap yakni 8 meter. Sedangkan tinggi tugu, dari semula 7 meter ditambah menjadi 9 meter. Tugu utama dilapisi batu granit. Khusus untuk besi – besi rangkanya juga diperkuat, supaya lebih kokoh. Ditargetkan pembangunan tugu selesai sebelum tanggal 21 Desember 2017.

“Tinggi tugu ditambah, kalau luasnya masih sama. Tugu lama besinya 6 – 8 mm, tapi sekarang besinya ulir dan lebih besar antara 10 – 16 mm, jadi lebih kokoh. Saat kami tanya dengan pekerja di lapangan, hari ini persiapan untuk cor, “ imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah kalangan mempertanyakan pembongkaran tugu di bundaran pasar Rembang. Perbincangan hangat juga meluas di media sosial. Komentar mereka pun beragam. Mulai permintaan agar desainnya jangan meninggalkan ciri khas Rembang, kemudian mempermasalahkan motif batik Lasem yang kurang tepat terpasang di pusat kota Rembang, sampai ada yang menyayangkan kenapa proyek senilai Rp 255 jutaan tersebut, tidak dilengkapi gambar dan papan proyek, sehingga memancing spekulasi masyarakat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *