Flash News
No posts found

Dandim Tampar Kepala Desa, Situasi Rakor Sempat Memanas

Komandan Kodim, Letkol Darmawan Setyadi memeluk Kades Jambangan. (gambar atas) suasana di depan pendopo Museum Kartini, usai peristiwa penamparan, Jum’at siang.

Komandan Kodim, Letkol Darmawan Setyadi memeluk Kades Jambangan. (gambar atas) suasana di depan pendopo Museum Kartini, usai peristiwa penamparan, Jum’at siang.

Rembang – Komandan Kodim Rembang, Letkol Darmawan Setyadi menampar Kepala Desa Jambangan kecamatan Sarang, Muhammad Hilaludin.

Peristiwa tersebut terjadi ketika berlangsung rapat koordinasi (Rakor) pengawasan dana desa di pendopo Museum Kartini Rembang, Jum’at siang (10 November 2017). Sontak suasana rapat koordinasi berubah memanas.

Awalnya, Komandan Kodim Rembang, Letkol Darmawan Setyadi memberikan sambutan. Di tengah – tengah pidato, sempat melihat Kepala Desa Jambangan kecamatan Sarang, Muhammad Hilaludin yang duduk di kursi kurang memperhatikan sambutannya. Darmawan kemudian memanggil yang bersangkutan. Begitu Muhammad Hilaludin maju, Komandan Kodim menampar dengan tangan kiri dan mengenai pipi sebelah kanan Hilal. Usai penamparan, Komandan Kodim masih melontarkan kata – kata bernada tantangan, sehingga memicu emosi para kepala desa.

Bahkan ada yang membanting kursi sebagai bentuk protes. Tak berselang lama, Komandan Kodim menemui Muhammad Hilaludin dan meminta maaf. Kepala Desa Jambangan menerima permohonan maaf. Ia menegaskan sebelum kejadian, sama sekali tidak bermaksud menyepelekan sambutan Dandim.

“Saya nggak menertawakan sambutannya kok. Tiba – tiba langsung ditampar, “ ujarnya singkat.

Komandan Kodim, Letkol Darmawan Setyadi mengaku tindakannya salah. 2 kali dirinya meminta maaf. Menurutnya, kepala desa Jambangan mau memaafkan, tapi memang ada sejumlah Kades lain yang memprovokasi. Terkait penamparan, menurut Darmawan bukan bermaksud menganiaya. Melainkan ingin memberikan pesan, untuk menghargai orang lain.

“Atas nama diri pribadi, saya bersalah. Saya sudah minta maaf. Ini bagian pembelajaran untuk saya. Bukan berarti ingin mencari pembenaran. Hargailah orang lain, kalau diri kita mau dihargai, “ kata Dandim.

Ketua Paguyuban Kepala Desa se kabupaten Rembang, Jidan Gunorejo merasa prihatin, karena Komandan Kodim mestinya bisa memberikan contoh yang baik saat menegur. Jangan main tampar, karena kepala desa bukan anggota militer. Jidan menambahkan masalah tersebut langsung dimediasi oleh Bupati Rembang di rumah dinas Bupati sehabis sholat Jum’at.

“Saya paham pak Dandim adalah militer, tapi kepala desa mayoritas bukan berasal dari militer. Kalau sebatas disuruh maju dan dinasehati baik – baik, nggak masalah lah. Ini ditampar, sehingga kepala desa lain merasa senasib dan memberikan aksi solidaritas. Atas nama pribadi, ok sudah minta maaf. Tapi kami punya lembaga, banyak yang menilai hal ini sudah kebablasan, “ jelas Jidan, kepala desa Menoro kecamatan Sedan ini.

Suasana di sekitar pendopo rumah dinas Bupati Rembang terlihat cukup ramai sampai Jum’at sore. Perwakilan pengurus paguyuban Kades dari sebagian kecamatan ikut mediasi secara tertutup, sedangkan Kades lainnya menunggu pertemuan selesai. Selain itu, puluhan anggota polisi berseragam maupun berpakaian preman tampak berada di sekitar pendopo, guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *