Flash News
No posts found

Ada Yang Belum Terbebas, 2 Kecamatan Mendominasi

Warga desa Kadiwono kecamatan Bulu yang dulu BAB sembarangan, kini sudah bisa memanfaatkan jamban.

Warga desa Kadiwono kecamatan Bulu yang dulu BAB sembarangan, kini sudah bisa memanfaatkan jamban.

Rembang – Upaya Pemerintah Kabupaten Rembang membebaskan desa – desa agar masyarakatnya tidak buang air besar (BAB) sembarangan, masih belum tuntas.

Di sela – sela peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke – 53 di halaman Kantor Bupati Rembang, Senin pagi (13 November 2017), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i menjelaskan semula ada 101 desa menghadapi kendala BAB sembarangan. Setelah melalui serangkaian program, akhirnya berhasil ditekan, kini tinggal tersisa 20 desa. Paling banyak tersebar di kecamatan Kragan dan kecamatan Sarang. Ia mengakui kebiasaan masyarakat pesisir yang BAB di pinggir pantai, perlu mendapatkan penanganan serius.

“Sisa desa yang belum terbebas dari BAB sembarangan nanti sesuai petunjuk Bupati akan kita lakukan streching khusus. Sehingga bisa dipercepat, terutama di wilayah Kragan dan Sarang,” ungkap Ali yang juga mantan Kepala Puskesmas Kragan II ini.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz ketika membacakan sambutan Menteri Kesehatan menyampaikan slogan peringatan HKN tahun ini adalah “Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku”. Artinya, peran keluarga sangat penting sebagai tonggak awal meningkatkan kualitas kesehatan. Bahkan Kementrian kesehatan telah mengeluarkan regulasi khusus terkait Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga.

“Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup sehat. OLeh karena itu, kita perlu terus berupaya membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat muai dari lingkungan keluarga. Bahkan Kementrian kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga,” ujarnya.

Selain pendekatan keluarga, pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Pada saat upacara HKN ke – 53 empat kecamatan menerima penghargaan dari Pemkab Rembang setelah tahun ini sukses semua desa di wilayahnya bebas BAB sembarangan. Keempat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Lasem, Kecamatan Pancur, Kecamatan Sedan dan Kecamatan Bulu. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *