Flash News
No posts found

Dampak Pembongkaran Jembatan, Jalur Selatan Berjatuhan – Jalur Utara Sempat Lumpuh

Jembatan yang menghubungkan Sulang – Gunem dibongkar.

Jembatan yang menghubungkan Sulang – Gunem dibongkar.

Sulang – Pembongkaran jembatan utama di sebelah timur perempatan desa Sulang kecamatan Sulang, yang menghubungkan antara kecamatan Sulang dengan kecamatan Gunem menuai keluhan masyarakat. Pasalnya, rehab jembatan tidak dilengkapi jembatan darurat. Sedangkan jalur alternatif yang tersedia belum layak. Akibatnya arus kendaraan di sekitar desa Sulang sangat semrawut, terutama pada jam siswa berangkat sekolah dan jam masuk kerja.

Kepala Desa Sulang kecamatan Sulang, Muhammad Burhanudin, Senin pagi (13 November 2017) mengatakan sudah 4 hari jembatan desa Sulang ditutup total, karena ada aktivitas pekerja. Semenjak itu, masyarakat pemakai jalan memilih sejumlah alternatif, seperti jalur selatan jembatan, lewat dusun Banyurowo, menuju lapangan desa Sulang ke barat. Tapi karena melintasi area lahan tegalan yang licin, banyak pengendara sepeda motor terjatuh. Kalau turun hujan deras, akses tersebut sangat susah dilalui.

Selain jalur itu, warga juga memanfaatkan jalur alternatif sebelah utara, dari kantor BRI Sulang ke timur menuju desa Jatimudo. Banyak truk yang melintas, padahal kondisi jembatan sempit. Senin pagi, karena terlalu padatnya kendaraan, arus lalu lintas sempat lumpuh total.

“Memang masalah ini menjadi keluhan banyak pengguna jalan. Serba susah soalnya, lantaran jalur Sulang – Gunem kan termasuk padat. Begitu jembatan dibongkar, tidak ditunjang kesiapan jalur alternatif. Lha warga penginnya potong kompas cari yang terdekat, jadi kayak begini. Senin pagi tadi, jalan timur BRI Sulang macet total. Situasi berangsur – angsur mencair, meski butuh waktu lama. Kalau truk muatan, nggak boleh lewat situ, “ jelas Burhanudin.

Muhammad Burhanudin menyayangkan sebelum proyek jembatan dimulai, tidak ada koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Padahal yang paling merasakan dampaknya adalah desa Sulang. Ia berharap dinas terkait segera turun tangan, minimal mengerahkan personel untuk membantu pengaturan lalu lintas di titik – titik jalur alternatif yang rawan macet. Apalagi proyek jembatan masih lama, diprediksi sampai mendekati akhir tahun 2017.

“Mbok yao sebelum proyek berlangsung, pemborong maupun dinas yang menangani koordinasi dulu. Biar nggak kebingungan seperti sekarang. Kesannya muara dampak semua ditanggung desa Sulang. Kalaupun nggak ada jembatan darurat, ya kami mohon ada petugas Dishub atau kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas, pada jam – jam ramai, “ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Rembang, Gendro Wiyono menyatakan dirinya Senin pagi berkoordinasi dengan beberapa pihak. Ia komunikasi kepada Camat Sulang, untuk membahas kemungkinan pengalihan arus lewat jalan baru. Selain itu, rekanan proyek meminta bantuan Polsek setempat, guna ikut membantu pengaturan arus lalu lintas.

“Kami mohon maaf sebelumnya, tapi yang jelas DPU sudah berembug untuk mengurai kesemrawutan. Mohon dimaklumi efek pembongkaran jembatan desa Sulang. Bagaimanapun hal itu demi kebaikan bersama, menyusul kerusakan jembatan desa Sulang sudah parah, “ tutur Gendro. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *