Flash News
No posts found

Keluar Masuk Makam, Demi Menggeluti Hobi

Salah satu serangga langka yang difoto Suryanto. (gambar atas) Suryanto tengah asyik memotret serangga di area pemakaman umum.

Salah satu serangga langka yang difoto Suryanto. (gambar atas) Suryanto tengah asyik memotret serangga di area pemakaman umum.

Rembang – Ada seorang pria di Rembang yang kecanduan dunia fotografi, khusus memotret hewan – hewan kecil serangga. Bahkan untuk menyalurkan kegemarannya, ia biasa keluar masuk makam dan harus rela menginap di suatu lokasi.

Yah..begitulah hobi yang dijalani Suryanto (30 tahun), warga Perumahan Puri Utara I Mondoteko, Rembang. Berawal dari ikut komunitas foto Makro serangga di Semarang 2 tahun lalu, kini akhirnya semakin gandrung dengan fotografi.

Kenapa memilih serangga ? Menurutnya, untuk membidik obyek hewan kecil tersebut, dihadapkan pada tantangan berat. Mulai dari kendala cuaca, kemudian sulitnya mendekati serangga hingga mencari momentum tepat, agar berhasil mengambil gambar dari jarak dekat.

Sekian banyak lokasi yang didatangi, ia masih ingat betul ketika sendirian berada di tengah pemakaman dusun Matalan desa Purworejo kecamatan Kaliori. Dari beberapa kali memotret serangga, ternyata ada salah satu serangga langka robberfly jenis jambrong. Selain Rembang, serangga semacam itu baru terdeteksi di Yogyakarta, Kebumen, Pemalang dan Pacitan, Jawa Timur.

“Saya memilih makam, karena biasanya banyak serangga hinggap. Kadang saya berangkat dari rumah jam 02 dini hari, pulangnya sampai jam 11 malam. Mendekati serangga agar bisa difoto itu susah lho. Baru kita mendekat, serangga sudah lari. Ya pintar – pintarnya kitalah, bagaimana bisa menyiasati. Pengalaman paling menarik saat motret robberfly jambrong di makam Purworejo kecamatan Kaliori. Habis itu, banyak yang ingin datang ke Rembang, “ bebernya.

Pria 1 anak yang punya nama beken Anto Surya ini menambahkan banyak pelajaran bisa diambil dari kehidupan serangga. Menurutnya, hilir mudik serangga penuh dengan kedamaian. Kesehariannya juga sama seperti manusia, mereka tidak bisa diperlakukan seenaknya. Maka tiap kali ingin mengambil foto serangga, dirinya harus bisa menjamin jangan sampai mengganggu, apalagi merusak habitatnya.

“Bagi saya menghilangkan stres kalau ketemu sama serangga. Filosofi kedamaian serangga, betul – betul saya rasakan. Untuk mendapatkan foto yang bagus, kita pelajari dulu kebiasannya. Habis itu bagaimana caranya serangga kita arahkan menjadi model seperti manusia, tanpa harus merusak habitatnya, “ imbuh Suryanto.

Uniknya, Suryanto selama ini mengandalkan foto dari kamera HP, kemudian diikat dengan sebuah lensa rakitan sendiri, memanfaatkan barang bekas yang masih berkualitas. Tapi jangan kaget, hasil foto bidikannya sungguh luar biasa. Karya fotonya menunjukkan sangat detail bagian kepala sampai kaki serangga, sehingga memancarkan aura keindahan.

Di kalangan pecinta fotografi makro profesional, mereka tak hanya menghabiskan waktu untuk sekedar hobi. Namun hasil jepretan foto dipampang melalui sebuah situs internet. Tentu yang dipamerkan resolusi kecil, guna menghindari “pencaplokan” foto. Ketika ada yang tertarik membeli, harganya lumayan tinggi. 1 obyek foto, rata – rata bisa laku antara Rp 2 – 5 juta. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *