Flash News
No posts found

Waspadai Pencurian, Berpura – Pura Petugas Lapangan PDAM

Pegawai PDAM Rembang mengikuti apel pagi dengan mengenakan seragam lengkap. (pdamrembangwordpress.com).

Pegawai PDAM Rembang mengikuti apel pagi dengan mengenakan seragam lengkap. (pdamrembangwordpress.com).

Rembang – Ada – ada saja modus pencurian sekarang, memanfaatkan kelengahan korban. Pelaku berpura – pura menjadi pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), modusnya ingin survei rumah calon pelanggan. Namun belakangan justru menggasak barang – barang berharga di dalam rumah.

Seperti yang terjadi di rumah seorang warga Kelurahan Magersari, Rembang, belum lama ini. Dua orang pria pegawai PDAM palsu beraksi, dengan maksud survei rumah calon pelanggan. 1 orang bertugas mengalihkan perhatian pemilik rumah, sedangkan pelaku lain mencuri barang – barang berharga, seperti HP dan laptop. Setelah pelaku kabur, pemilik rumah baru menyadari adanya peristiwa pencurian. Saat korban menghubungi pihak PDAM, ternyata tidak ada agenda kegiatan survei di lokasi tersebut.

Direktur PDAM Rembang, Muhammad Affan mengungkapkan para pegawainya tiap hari Senin dan Selasa mengenakan seragam. Di luar itu, mereka juga mengantongi kartu identitas. Kalau masih ragu, pelanggan dapat menghubungi PDAM, guna memastikan identitas yang datang. Menurutnya, di PDAM ada 2 jenis petugas lapangan, meliputi pegawai tekhnik yang melakukan perbaikan jaringan air dan petugas pencatat meteran air.

“Kalau pegawai lapangan biasanya mengenakan seragam dan kartu identitas, agar lebih mudah dikenali. Petugas perbaikan jaringan akan datang, manakala ada jalur yang troble. Sedangkan pencatat meteran, diminta atau tidak, tiap sebulan sekali pasti datang ke rumah – rumah pelanggan, “ tuturnya.

Affan menimpali masyarakat perlu waspada apabila ada seseorang mengaku pegawai PDAM, namun keperluannya di luar kegiatan tersebut. Apalagi sampai masuk ke dalam rumah, karena pegawai PDAM sangat jarang masuk ke rumah pelanggan, kecuali keperluan mengecek kualitas air. Mayoritas kegiatan lapangan, semua berlangsung di luar rumah pelanggan.

“Semisal cek jaringan, berada di luar rumah. Kemudian survei lokasi calon pelanggan, petugas kami cukup menggunakan sarana GPS. Sangat jarang harus masuk ke rumah seperti itu. Jadi biar pelanggan tahu, sehingga tidak gampang mempersilahkan seseorang masuk. Apalagi jika sudah muncul kecurigaan, “ imbuh pria warga desa Pamotan ini.

Meski demikian, peristiwa di Kelurahan Magersari akan menjadi evaluasi internal, supaya kedepan pelanggan lebih gampang mengenali petugas lapangan PDAM. Tujuannya, untuk menekan tindak kejahatan yang mencatut nama PDAM. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *