Flash News
No posts found

Pengawasan Pelabuhan Lemah, Begini Desakan Warga Sendangmulyo

Aktivitas bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Bonang desa Sendangmulyo kecamatan Sluke.

Aktivitas bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Bonang desa Sendangmulyo kecamatan Sluke.

Sluke – Semakin ramainya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Bonang desa Sendangmulyo kecamatan Sluke, membuat masyarakat setempat khawatir. Pasalnya, sampai saat ini pengawasan oleh aparat keamanan di obyek tersebut masih lemah.

Kepala Desa Sendangmulyo kecamatan Sluke, Asrori menjelaskan pihaknya tak berwenang memantau kegiatan sehari – hari di kawasan pelabuhan. Warganya beberapa kali melontarkan kekhawatiran jangan sampai kurangnya pengamanan, ada pihak – pihak yang menyalahgunakan untuk menyelundupkan barang – barang illegal, termasuk narkotika dan obat – obatan terlarang. Apalagi sekarang 2 unit dermaga pelabuhan sudah beroperasi. Asrori mendesak pemerintah memikirkan pembangunan pos keamanan terpadu, supaya kegiatan bongkar muat lebih terpantau.

“Soal pengawasan bukan kewenangan kami. Hal itu tugas aparat keamanan. Tapi di dekat Pelabuhan Tanjung Bonang belum ada pos aparat. Padahal banyak pula orang datang dari luar Jawa. Takutnya ada penyelundupan barang – barang terlarang masuk. Kalau sudah seperti itu, siapa yang akan bertanggung jawab, “ jelas Asrori.

Komandan Satpolair Polres Rembang, Iptu Sukamto menyatakan pihaknya sudah memetakan area pelabuhan sebagai daerah yang perlu dipantau. Maka anggotanya bersama petugas TNI Angkatan Laut secara insidentil menggelar patroli. Namun sejauh ini belum siaga 24 jam di lokasi pelabuhan. Ketika berkoordinasi dengan Syahbandar, pembangunan pos pengamanan terpadu baru sebatas diusulkan ke pemerintah pusat.

“Kita baru secara berkala patroli di sekitar Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke, untuk mengantisipasi kemungkinan penyelundupan. Memang kita akui belum ada pos terpadu, seperti di Pelabuhan Tasikagung. Pernah kami tanyakan ke Syahbandar, usulan masih diproses pusat mas. Nggak tahu kapan terealisasi, “ ungkapnya.

Iptu Sukamto menambahkan karena pengamanan masih longgar, tentu perlu keterlibatan masyarakat dan pekerja pelabuhan. Apabila menjumpai kapal – kapal mencurigakan, lekas dilaporkan ke kepolisian terdekat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *