Flash News
No posts found

21 Calon PPS Terindikasi Masuk Parpol, KPU Lontarkan Tanggapan

Data 21 orang calon PPS yang diindikasikan masuk sebagai anggota partai politik.

Data 21 orang calon PPS yang diindikasikan masuk sebagai anggota partai politik.

Rembang – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Rembang menemukan 21 nama calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) terpilih untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terindikasi masuk sebagai anggota partai politik. Padahal berdasarkan Peraturan KPU No. 12 tahun 2017, penyelenggara Pemilu dituntut independen dan menjaga integritasnya.

Hari Senin (20 November 2017), Panwas Pemilu melayangkan surat tertulis kepada KPU setempat, agar data tersebut lekas ditindaklanjuti. Ketua Panwas Pemilu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto menjelaskan 21 nama tersebut merupakan temuan panitia pengawas kecamatan (Panwascam), setelah mencermati lembar penelitian administrasi keanggotaan partai politik.

Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah yang bersangkutan benar – benar sebagai anggota partai politik atau tidak, karena terkadang ada yang tidak tahu copyan KTP nya digunakan untuk dukungan partai politik. Maka Totok menyarankan kepada KPU menggelar klarifikasi, sebelum mereka dilantik.

“Atas perintah kami, Panwascam turun memantau dan hasilnya 21 nama itu. Bisa saja calon anggota PPS tidak tahu copyan KTP nya dipakai oleh partai politik tertentu atau memang sejak awal sudah mengetahui. Seperti apa ending akhirnya, kita tunggu langkah KPU menindaklanjuti. Masyarakat jelas berharap, penyelenggara Pemilu harus independen, “ tegas Totok.

Menanggapi masalah tersebut, Ketua KPU Kabupaten Rembang, Minanus Su’ud menyatakan setelah menerima data tertulis dari Panwas Pemilu, nantinya akan mengadakan koordinasi internal.

Kalau diperlukan, akan diklarifikasi calon anggota PPS yang terindikasi menjadi anggota partai politik. Jika memang benar masuk sebagai pengurus partai politik, tentu melanggar pakta integritas yang telah mereka tandatangani sebelumnya. Soal nantinya langsung dicoret atau tetap bertahan menjadi PPS, tergantung hasil klarifikasi.

“Asumsi ini perlu kita diskusikan dulu. Kalau nanti ada klarifikasi, PPK akan turun ke lapangan, guna memastikan apakah benar atau baru praduga. Pakta integritas kan sudah ditandatangani oleh anggota PPS yang  ditetapkan, kalau memang benar sebagai anggota partai politik, berarti gugur. Sementara ini belum ada dasar kuat, jadi tunggu gimana hasil pengecekannya nanti. Meski demikian kami ucapkan terima kasih, “ ujar Su’ud.

Jika mengamati temuan Panwas Pemilu Kabupaten Rembang, sifatnya baru kesamaan identitas, sehingga perlu dikroscek ke alamat yang bersangkutan. Dari 21 nama itu, tersebar di kecamatan Lasem, Pancur, Gunem, Sulang, Sumber, Kragan, Rembang, Bulu, Sarang, Sedan dan kecamatan Kaliori. Sementara dugaan partai politik yang diikuti oleh mereka pun beragam, diantaranya partai Golkar, PPP, PKS, Demokrat, PKB, Perindo dan Partai Hanura. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. Ahmad

    Betul sekali,..!mau di bawa k mana desa tercnta kita,ketika pngngktn perngkt aja sdh terjdi ketidak wajaran,…katanya hapus pungli dari nusantara,…kenyataanya d kecamatan bulu msh terjdi pungli,d cnthkn dari ketidak wjaran hasil tes calon prngkt d desa2…buat apa ada pihak k 3 mndng lngsng uji kmpeten aja yar tau hasil sebenarnya,…serta mana tnggng jwab bupati dlm mnyelesaikn mslh ini…!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *