Flash News
No posts found

Asuransi Nelayan, Kecelakaan Di Laut Dan Darat Nominal Berbeda

Syarif Wijaya, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan Dan Perikanan menyerahkan bantuan. (gambar atas) salah satu alat tangkap ramah lingkungan yang diberikan kepada nelayan Rembang, Rabu (22/11).

Syarif Wijaya, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan Dan Perikanan menyerahkan bantuan. (gambar atas) salah satu alat tangkap ramah lingkungan yang diberikan kepada nelayan Rembang, Rabu (22/11).

Rembang – Dari 53 ribu nelayan di provinsi Jawa Tengah, baru 39.486 orang yang sudah mendapatkan fasilitas asuransi nelayan.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan Dan Perikanan, Syarif Wijaya menjelaskan hal itu saat berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung, Rembang, Rabu siang (22 November 2017).

Menurut Syarif, premi asuransi nelayan 1 orang sebesar Rp 175 ribu per tahun. Apabila nelayan meninggal dunia saat melaut, ahli warisnya berhak mendapatkan asuransi Rp 200 Juta, Rp 100 Juta jika mengalami cacat tetap atau ketika dirawat, berhak biaya pengobatan Rp 20 Juta. Selain itu, kalau nelayan meninggal dunia akibat kecelakaan di luar aktivitas penangkapan ikan, ahli waris menerima asuransi Rp 160 Juta.

“Apa bapak – bapak mau dapat asuransi Rp 200 Juta ? Semoga nggak sampai digunakan ya. Selama melaut diberikan keselamatan. Asuransi kayak gitu untuk memberikan keyakinan kepada bapak – bapak nelayan, ketika berangkat melaut dan terjadi sesuatu, sudah ada yang menjamin keluarga di rumah, “ terang Syarif.

Syarif Wijaya menambahkan selain perlindungan terhadap nelayan, Kementerian Kelautan Dan Perikanan berupaya memulihkan populasi ikan di laut. Ia menerangkan sudah ada 7 ribu kapal nelayan asing ditindak tegas, sehingga menaikkan stok ikan dari 6,5 juta ton menjadi 12,4 juta ton, selama kurun waktu 3 tahun terakhir.

“Belakangan kita jumpai komiditas ikan yang sempat nggak ada, sekarang mulai ada. Pelan – pelan hasil tangkapan nelayan mulai meningkat dan tentu tujuannya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan, “ imbuhnya.

Kebetulan pada tahun 2017, Kementerian Kelautan Dan Perikanan menerima dana hampir Rp 500 Miliar, untuk perputaran modal keuangan nelayan. Tahun 2018 akan naik hingga Rp 850 Miliar. Dana itu difungsikan sebagai sarana pinjaman lunak nelayan, dengan bunga maksimal 6 % per tahun, atau di bawah kredit usaha rakyat (KUR).

Dalam kesempatan tersebut, Syarif menyerahkan secara simbolis bantuan alat tangkap ramah lingkungan, bedah rumah, 4 unit kapal bobot 5 GT dan 1 unit kapal berbobot 10 GT kepada nelayan di kabupaten Rembang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *