Flash News
No posts found

Disela Kesibukan Sebagai Guru & Petani Tembakau, Huda Taklukkan Lawannya

Syamsul Huda usai mengalahkan lawannya, Rizal Effendi dalam ajang One Pride MMA.

Syamsul Huda usai mengalahkan lawannya, Rizal Effendi dalam ajang One Pride MMA.

Pamotan – Satu lagi atlet dari kabupaten Rembang tampil dalam olahraga bela diri One Pride MMA TV One. Uniknya ia berangkat dari latar belakang olahraga Wushu, bukan murni menggeluti Muay Thai.

Begitulah yang dilakoni Syamsul Huda (28 tahun), warga desa Sumberejo kecamatan Pamotan. Saat siaran ulang di TV One Sabtu malam (25/11), Syamsul Huda berhasil menaklukkan lawannya, Rizal Effendi dari Bogor.

Huda mengaku pada tahun 2010 sempat mengikuti MMA di Semarang, namun gagal lolos. Setelah cukup lama, baru terpikir untuk mengikuti lagi, dengan mengusung budaya Pathol, sebuah tradisi gulat bebas khas pesisir Sarang, Rembang.

Namun kali ini persiapannya kurang maksimal, karena banyak waktunya tersita untuk bekerja. Pada pagi hari mengajar di sekolah, sedangkan sorenya sibuk memanen tembakau. Ia kemudian memilih waktu longgar pada malam hari, sekedar untuk meningkatkan kekuatan fisik dan mengasah mental bertanding.

“Dulu tahun 2010 saya serius banget mas. Tapi untuk persiapan pada even tahun ini, malah nggak begitu maksimal. Saya sendiri tidak punya pelatih, jadi ya latihan sendiri. Mulai pukulan, tendangan, bantingan sampai kuncian. Malah enak untuk menentukan waktunya. Pagi sampai sore sudah lelah aktivitas, maka latihan ya semampunya. Rata – rata pada malam hari, “ tuturnya.

Huda menambahkan lawannya dalam One Pride di TV One, Rizal Effendi tergolong cukup berat, karena termasuk sudah veteran dan berpengalaman dalam bela diri Muay Thai. Namun untuk mengalahkannya, ia berusaha mencermati kelebihan dan kelemahan lawan. Karena Rizal kebetulan memiliki jangkauan tangan lebih panjang, dirinya mengandalkan bantingan serta tekhnik pertarungan lantai.

“Saat menjelang laga, terus terang banyak teman – teman saya yang menjagokan Rizal Effendi. Hal itu wajar, karena dia sudah mengantongi jam terbang lumayan. Tapi saya berusaha menyesuaikan dengan gaya permainannya. Kebetulan turun di kelas 52 kilo gram, termasuk kelas neraka ini, karena banyak atlet bagus. Dari kelemahan dia, saya bisa atur strategi yang efektif, untuk menyudahi permainan dengan kemenangan, “ imbuh Huda.

Tak ingin berhenti sampai di sini, Huda rencananya akan kembali naik ring pertarungan, menunggu kabar pihak penyelenggara One Pride. Misinya lebih mengenalkan nama Rembang di kancah bela diri nasional.

Sebelum Syamsul Huda, muncul pula nama Rita Wulansari, warga dusun Kedungombo desa Sumberejo, Rembang yang sempat mencicipi ketatnya berlaga di One Pride TV One. Hanya saja sekarang Rita sudah pindah, untuk memperkuat kabupaten Purbalingga. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *