Flash News
No posts found

Seleksi Perangkat Desa : Cegah Penyusup, Camat Diminta Cermat

Salah satu perwakilan desa di Rembang bertemu dengan pihak perguruan tinggi, untuk menuntaskan biaya seleksi perangkat desa, Selasa (28/11).

Salah satu perwakilan desa di Rembang bertemu dengan pihak perguruan tinggi, untuk menuntaskan biaya seleksi perangkat desa, Selasa (28/11).

Rembang – Hasil seleksi tertulis perangkat desa di kabupaten Rembang yang bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang, bisa langsung diketahui pada hari itu juga, tanpa harus menunggu lama. Rencananya tes tertulis digelar tanggal 01 – 03 Desember 2017.

Rangkaian tes yang selesai pada sore hari, akan direkap nilainya. Meski demikian tidak langsung diumumkan, melainkan sesuai tahapan, baru diserahkan hasilnya kepada ketua panitia tanggal 04 Desember 2017.

Waseno, ketua panitia seleksi perangkat desa dari Universitas Negeri Semarang ketika jumpa pers di Kantor Bupati, Selasa siang (28 November 2017) menjelaskan pihaknya menangani seleksi perangkat di 90 desa, dengan jumlah peserta 1.487 orang. Sampai sekarang tidak ada yang mendekati dirinya, untuk meloloskan nama peserta tertentu. Pihaknya berusaha menjalankan seleksi tes tertulis, tes komputer dan tes wawancara sesuai ketentuan Peraturan Bupati. Hasil akan diserahkan kepada panitia tingkat desa, namun tetap dalam kontrol kecamatan dan Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Rembang. Perguruan tinggi tidak berhak meloloskan atau mengumumkan hasil seleksi.

“Kalau saya nggak ada yang mendekati, mungkin banyak yang tahu saya ini orangnya Samin. Yang jelas kita ada MoU, menggelar 3 jenis tes. Siapa yang mendapatkan nilai tertinggi, nanti yang menduduki kursi perangkat desa, sesuai kuota masing – masing desa. Kita itu sifatnya membantu panitia desa. Panitia desa yang memberi pekerjaan, maka hasilnya kami serahkan sama panitia desa, “ beber Waseno.

Sementara itu, Macfudz, perwakilan dari Universitas Diponegoro Semarang mengungkapkan pihaknya kebagian menangani seleksi perangkat di 88 desa, dengan jumlah peserta 1.406 orang. Menurutnya wajar, ketika berlangsung seleksi perekrutan semacam ini, muncul kabar – kabar miring. Namun pihaknya sebagai penyelenggara tetap menjunjung tinggi profesionalitas.

Kegiatan tes akan dilakukan sama seperti standar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) mahasiswa. Tes berlangsung tanggal 1 – 3 Desember 2017, secara bergelombang. Ia menjamin tidak akan ada kebocoran soal, karena prosedurnya sangat ketat.

“Misalnya tes tanggal 1 Desember, sore harinya sudah ketahuan hasilnya. Sehabis Maghrib selesai. Jadi nilai nggak sampai menginap. Kalau kerahasiaan soal, itu nyetaknya di tempat khusus. Steril dan hanya kami yang tahu. Nggak mungkin difotocopy. Kebetulan Undip sudah sering menangani proses seleksi seperti ini, termasuk di BUMN dan nggak ada masalah, “ ujar Waseno.

Dihubungi terpisah, seorang pendaftar perangkat desa di kecamatan Pancur yang enggan disebutkan namanya khawatir antara hasil dari perguruan tinggi dengan yang diumumkan oleh panitia desa berbeda. Maka ia mendesak pengawasan oleh kecamatan, benar – benar dioptimalkan.

Kebetulan sebelum perangkat desa dilantik tanggal 26 Desember 2017, Kepala Desa harus berkonsultasi dengan camat dan mendapatkan rekomendasi dari camat.

“Saya berharap pak camat cermat mencocokkan kembali antara hasil dari perguruan tinggi sama yang dibawa pak kepala desa. Takutnya jangan – jangan ada penyusup. Ini patut kita antisipasi, “ pintanya. (MJ – 81).

2 Komentar

  1. Hasan

    Untuk nilai ujian tertulis bisa gak hasil lembar jawabannya d beritahukan ke pada peserta ujian??

  2. Muhamad razali

    Kecamatan sumber yg lolos semuanya dr keluarga kades, ini kebetulan atau permainan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *