Flash News
No posts found

1 Desa 1 Produk Unggulan, Mantingan Jadi Sasaran

Penanaman bibit durian di desa Mantingan kecamatan Bulu, hasil dari bantuan PT. Semen Gresik pabrik Rembang, Kamis (30/11).

Penanaman bibit durian di desa Mantingan kecamatan Bulu, hasil dari bantuan PT. Semen Gresik pabrik Rembang, Kamis (30/11).

Bulu – Desa – desa di sekitar PT. Semen Gresik pabrik Rembang, ditargetkan memiliki 1 produk unggulan yang bisa menjadi ciri khas pemberdayaan masyarakat.

Hari Kamis (30 November 2017), PT. Semen Gresik menyalurkan bantuan 500 batang bibit tanaman durian, kepada masyarakat desa Mantingan, kecamatan Bulu, sekaligus mengisi momentum Hari Menanam Nasional.

Sucipto, seorang warga desa Mantingan kecamatan Bulu mengatakan bibit durian diratakan 1 rumah 1 bibit. Sebagian bibit langsung ditanam ke halaman pekarangan rumah maupun area kebun. Meski baru kali ini melakukan penanaman massal durian, namun Sucipto optimis tanaman dapat tumbuh berkembang. Mengingat kualitas tanah dan suhu udara dingin di kampungnya, cocok untuk budidaya durian.

“Biasanya kami tanam sawo dan mangga, baru 2 tahun ternyata bagus mas. Lha ini ada bantuan bibit durian, kebetulan waktunya tepat bersamaaan musim penghujan. Semoga tingkat pertumbuhan seperti yang kita harapkan dan kelak hasilnya dapat membantu ekonomi keluarga, “ tutur Sucipto.

Kepala Seksi Bina Lingkungan PT. Semen Gresik pabrik Rembang, Abdul Manan menyebutkan pemilihan bibit durian, karena menyesuaikan usulan masyarakat. Ia berharap tanaman benar – benar dirawat, sehingga dapat berbuah.

Kalau warga Mantingan berhasil mengembangkan tanaman durian, maka bisa menjadi ikon desa dan alternatif “jujugan” penggemar durian. Apalagi produk durian yang terkenal di kabupaten Rembang, baru muncul di beberapa desa.

“Di kecamatan Pancur ada durian Criwik, lha kami penginnya durian di desa Mantingan ini sukses, biar menjelma sebagai produk unggulan. Kebetulan air di sini juga berlimpah. Melalui program CSR PT. Semen Gresik, kita kemas bagaimana mewujudkan 1 desa 1 produk unggulan. Kalau ada sejumlah produk unggulan, tentu lebih bagus, “ ungkap Manan.

Abdul Manan mendorong petani memanfaatkan rekayasa tekhnologi, sehingga tanaman durian dapat berbuah secara maksimal. Kalau tidak, petani bisa ketinggalan. Ia mencontohkan di desa Timbrangan kecamatan Gunem, sempat dibantu bibit buah kelengkeng dan ternyata hasilnya bagus. Selain keuletan petani, perlu dukungan tekhnologi perawatan kekinian. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *