Flash News
No posts found

Pilkades Serentak : Demi Menjaga Keamanan, Polisi Wanti – Wanti Kepada Pihak Ini

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyalami calon Kades. (gambar atas) Deklarasi damai calon kepala desa di lantai IV Kantor Bupati Rembang, Kamis (30/11).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyalami calon Kades. (gambar atas) Deklarasi damai calon kepala desa di lantai IV Kantor Bupati Rembang, Kamis (30/11).

Rembang – Polres Rembang mengimbau panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) bersikap netral, sehingga tidak memancing kerawanan, dalam Pilkades serentak di 8 desa, tanggal 06 Desember 2017.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa menjelaskan hal itu saat deklarasi damai calon kepala desa, yang berlangsung di lantai IV Kantor Bupati Rembang, Kamis siang (30 November 2017).

Menurutnya, polisi sendiri sudah siap mengamankan kegiatan tersebut. Selain melatih anggota yang akan dikerahkan ke desa, pihaknya juga telah membagi desa yang rawan sekali, desa rawan dan kategori desa aman. Meski demikian tetap harus didukung profesionalitas panitia penyelenggara di tingkat desa, dengan menjaga netralitas alias tidak memihak salah satu calon.

“Kami sudah melatih personel, mulai dari tataran Polsek hingga Polres untuk mengamankan jalannya Pilkades, sampai dengan pelantikan Kades. Koordinasi lintas sektoral juga kami laksanakan. Tentunya kami ingin situasi tetap kondusif. Mari kita tunjukkan masyarakat kabupaten Rembang, masyarakat yang cinta damai. Nah, panitia Pilkades merupakan bagian penting. Mereka jangan pilih kasih, tetapi harus netral, “ jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Subhakti memaparkan pada Pilkades tanggal 06 Desember 2017, akan diikuti 8 desa dan total calon sebanyak 21 orang. Rinciannya, jumlah calon desa Samaran kecamatan Pamotan 2 orang, desa Glebeg kecamatan Sulang 2 orang, desa Landoh kecamatan Sulang 5 orang, desa Kebloran kecamatan Kragan 2 orang, desa Bonang kecamatan Lasem 4 orang, desa Logung kecamatan Sumber 2 orang, desa Ngroto kecamatan Pancur 2 orang dan desa Karangmangu kecamatan Sarang 2 orang. Ia berharap melalui deklarasi damai, mampu menekan potensi konflik horizontal, sebelum maupun sesudah pemilihan.

“Tadi calon Kades sudah berikrar menjaga Kamtibmas dan mematuhi aturan. Lewat kegiatan ini kita juga ingin memberikan pengarahan kepada para calon kepala desa, mengikuti pemilihan secara fair dan sesuai ketentuan Undang – Undang, sehingga menciptakan situasi desa yang aman. Kami tak ingin muncul konflik horizontal. Kegiatan deklarasi damai ini juga dihadiri panitia Pilkades dan panitia pengawas tingkat kecamatan maupun kabupaten, “ bebernya.

Subhakti menambahkan sebelum hari “coblosan”, akan digelar masa kampanye calon kepala desa tanggal 3 – 4 Desember. Kemudian tanggal 05 Desember memasuki masa tenang dan puncaknya 06 Desember 2017, pemungutan suara. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *