Flash News
No posts found

Cemburu, Warga Ingin Pindah Desa Sebelah

Desa Mantingan kecamatan Bulu, masuk ring 2 pabrik semen. Mereka mendesak bisa dinaikkan menjadi ring 1.

Desa Mantingan kecamatan Bulu, masuk ring 2 pabrik semen. Mereka mendesak bisa dinaikkan menjadi ring 1.

Bulu – Pemerintah desa Mantingan kecamatan Bulu meminta dimasukkan dalam kawasan ring 1 PT. Semen Gresik Pabrik Rembang. Mereka merasa layak sebagai ring 1, sama halnya seperti desa Kadiwono kecamatan Bulu, desa Kajar, Timbrangan, Pasucen dan desa Tegaldowo kecamatan Gunem.

Kepala Desa Mantingan kecamatan Bulu, Sardi mengatakan banyak masyarakatnya merasa cemburu terhadap desa Kadiwono yang kebetulan berhimpitan dengan kampungnya. Bantuan dari PT. Semen Indonesia ke desa Kadiwono cukup besar, sehingga desa tersebut sekarang lebih maju. Bahkan ada kaum pemuda Mantingan yang ingin pindah menjadi warga desa Kadiwono, alasannya lebih mudah masuk menjadi tenaga kerja pabrik semen. Dengan nada bercanda, ia balik bertanya apakah dirinya perlu galak, agar tuntutan menjadi desa ring 1 pabrik semen dapat dipenuhi ?

“Saya sering ditanya sama warga, lho pak Mantingan kok kalah sama Kadiwono. Di sana gapura sama tamannya bagus, dapat bantuan dari pabrik semen. Malah ada yang ingin pindah ke Kadiwono, agar dapat diterima menjadi pegawai pabrik semen. Saya itu Kades memang nggak bisa galak – galak, jadi ya sebatas berharap desa Mantingan dapat menjadi desa ring 1. Lha wong antara Mantingan dengan Kadiwono pepetan. Mantingan dilewati tiap hari oleh truk – truk pabrik semen. Kalau posisi Kadiwono kan agak ke dalam, yang terganggu hutannya, “ tutur Sardi.

Camat Bulu, Taswadi berpendapat tidak masalah desa Mantingan masuk kawasan ring 2 pabrik semen, yang penting bantuan terus mengalir.

“Gak apa – apa masuk ring 2, sing penting terus menerima bantuan dari CSR pabrik semen, “ ujar Taswadi sambil tersenyum.

Sementara itu, Abdul Manan, Kasi Bina Lingkungan PT. Semen Gresik Pabrik Rembang menanggapi usulan desa Mantingan, bukan sesuatu yang tidak mungkin, seiring dengan perkembangan perusahaan ke depan. Kebetulan saat ini pabrik semen sudah beroperasi, meski belum bisa menambang di lahan sendiri. Pihaknya harus membeli bahan tambang dari perusahaan lain, sehingga konsekuensinya kualitas barang kurang terjamin dan biaya produksi membengkak.

“Kemauan desa Mantingan mungkin saja diwujudkan kalau perusahaan ini tambah maju. Soalnya kita sudah beroperasi, tapi belum maksimal. Bahan tambang kita beli dari orang lain sekian lama, sehingga spesifikasinya terkadang nggak sesuai. Kalau dihitung – hitung ya rugi. Besok kalau rekomendasi kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) dari pusat, ternyata boleh menambang di lahan yang kita punya, insyallah pabrik akan maksimal. Kalau keuntungan pabrik bagus, masyarakat sekitar juga akan mendapatkan CSR lebih banyak, “ jelas Manan.

Manan berjanji keinginan desa Mantingan untuk masuk ring 1, akan disampaikan kepada manajemen PT. Semen Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa Mantingan yang selama ini mendukung kelangsungan pabrik dan membantu menciptakan situasi kondusif. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *