Flash News
No posts found

Seleksi Perangkat Desa : Camat Blak – Blakan Dibalik Kerja Sama Dengan SMA N 2

Camat Bulu, Taswadi (paling kiri) saat berkunjung ke desa. Desa di kecamatan Bulu memilih mekanisme berbeda dalam seleksi perangkat desa, dibandingkan desa pada umumnya.

Camat Bulu, Taswadi (paling kiri) saat berkunjung ke desa. Desa di kecamatan Bulu memilih mekanisme berbeda dalam seleksi perangkat desa, dibandingkan desa pada umumnya.

Bulu – 16 desa di kecamatan Bulu yang menggelar seleksi perangkat desa, memilih bekerja sama dengan SMA N 2 Rembang dan Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) Mugen. Hal itu berbeda dengan mayoritas desa yang bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes), untuk melangsungkan serangkaian tes pendaftar perangkat desa.

Camat Bulu, Taswadi menyatakan hal itu tidak menyalahi aturan, karena seleksi perangkat merupakan wewenang penuh pemerintah desa. Kecamatan maupun kabupaten tidak bisa mengintervensi untuk mengarahkan. Namun hanya sebatas membantu memfasilitasi, sekaligus melakukan pengawasan.

Saat pihaknya berkoordinasi dengan panitia desa, kenapa kerja sama dengan SMA N 2 Rembang dan LPK Mugen, lantaran ingin menghemat pengeluaran. Menurut informasi, tiap desa cukup mengeluarkan biaya maksimal Rp 3 Juta kepada pihak ketiga. Sementara kalau menyerahkan kepada Undip dan Unnes, biayanya antara Rp 5 – 10 Juta, tergantung jumlah peserta.

Pertimbangan lain, demi mempermudah peserta mengikuti tes yang akan berlangsung di SMA N 2 Rembang pada hari Sabtu dan Minggu, 2 – 3 Desember 2017. Sedangkan kalau kerja sama dengan perguruan tinggi di Semarang, tes digelar di Semarang.

“Dari 16 desa itu kuota lowongan berjumlah 50 an kursi. Desa – desa di kecamatan Bulu sudah sepakat seperti itu. Saat komunikasi dengan SMA N 2 Rembang, mereka siap kok. Penanggung jawabnya ya kepala sekolah. Kenapa kemudian memilih LPK Mugen, karena termasuk lembaga yang cukup lama di Rembang dan teruji kemampuannya. Kami nggak bisa mengarahkan, apalagi memaksa desa, “ kata Taswadi.

Taswadi menimpali setelah desa mengantongi hasil tes, mereka diwajibkan konsultasi dengan Camat, kemudian dirinya mengeluarkan rekomendasi, sebelum pelantikan. Rentang waktunya antara tanggal 13 – 19 Desember 2017.

“Jadi desa nggak asal mengumumkan gitu saja. Panitia menyerahkan kepada kepala desa, setelah itu Kades konsultasi sama Camat. Saya akan cek bagaimana hasilnya, akan kita cocokkan pula dengan surat tembusan dari SMA N 2 Rembang. Tentu saja rekomendasi berdasarkan hasil tes. Hal ini menjadi bagian kontrol dari kecamatan, “ imbuhnya.

Pejabat yang tergolong baru beberapa bulan menduduki Camat Bulu ini mengingatkan kepada masyarakat bahwa lolos tidaknya peserta, tidak hanya ditentukan oleh nilai tes tertulis, tes komputer dan tes wawancara. Melainkan ada nilai pengabdian di tingkat desa dan nilai pendidikan terakhir. Misalnya yang bersangkutan menduduki Ketua LPMD, maka berhak mengantongi nilai maksimal 7. Khusus ijazah D I berhak memperoleh nilai 1, D II nilai 2, D III nilai 3 dan Sarjana mendapatkan nilai 4. Kalau lulusan SMA sederajat tidak ada tambahan nilai, karena merupakan syarat pendidikan minimal. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *