Flash News
No posts found

Mengintip Seleksi Mandiri, Panitia Rela Menginap Di Balai Desa

Panitia seleksi perangkat desa sibuk di Balai Desa Kabongan Lor, Sabtu malam. (gambar atas) suasana tes komputer pendaftar perangkat desa Kabongan Lor di SMP N 2 Rembang, Minggu (03/12).

Panitia seleksi perangkat desa sibuk di Balai Desa Kabongan Lor, Sabtu malam. (gambar atas) suasana tes komputer pendaftar perangkat desa Kabongan Lor di SMP N 2 Rembang, Minggu (03/12).

Rembang – Panitia seleksi perangkat desa di desa Kabongan Lor, Rembang harus rela menginap di balai desa setempat, selama proses pembuatan soal yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari (03 Desember 2017). Mereka juga dijaga oleh anggota Linmas dan aparat kepolisian. Hal itu sebagai bentuk antisipasi, untuk mencegah kebocoran soal.

Soal sebanyak 60 butir tersebut diujikan kepada 24 orang peserta di SMP N 2 Rembang, Minggu pagi. Pelaksanaan seleksi perangkat desa di Kabongan Lor menjadi menarik untuk dicermati, karena ditangani sendiri oleh panitia desa. Terdapat 4 lowongan, meliputi Kasi Perencanaan, Kasi Keuangan, Urusan Umum dan Urusan Kesra.

Ketua panitia seleksi perangkat desa Kabongan Lor, Muhammad Syukron menuturkan meski ruangan balai desa tidak steril dari telefon selular, namun pihaknya yakin seluruh panitia benar – benar menjaga integritas, demi melaksanakan seleksi secara fair. Begitu soal selesai dikemas, paginya langsung dibawa menuju lokasi tes. Ia mengklaim tidak ada kebocoran soal.

“Tadi yang pertama tes tertulis dulu, dilanjutkan tes komputer dan terakhir adalah tes wawancara. Khusus tes tertulis, soalnya baru kita buat Sabtu malam sampai pagi dini hari. Jadi nggak ada jeda waktu terlalu lama. Kita semua nggak pulang mas, nginep di sekretariat. Begitu jadi, dicetak di situ dan dimasukkan amplop khusus. Ketika tes tadi, peserta hadir semua, 24 orang, “ bebernya.

Muhammad Syukron memperinci untuk tes komputer, pihaknya dibantu tenaga dari SMP N 2 Rembang, sedangkan tes wawancara ditangani panitia. Ia menyampaikan alasan kenapa Kabongan Lor memilih seleksi perangkat desa dengan cara mandiri. Selain mempunyai pengalaman pada tahun sebelumnya, pertimbangan lain juga untuk memudahkan peserta, tak perlu jauh – jauh pergi ke Semarang, sebagaimana desa yang menjalin kerja sama dengan Universitas Diponegoro maupun Universitas Negeri Semarang.

Terkait mampu menghemat berapa dengan model seleksi mandiri oleh desa seperti ini ? Syukron menganggap kebutuhan anggaran relatif, dirinya tak bisa menyebutkan berapa nominalnya.

“Kalau kita gelar mandiri, peserta kan enak, tinggal datang ke SMP N 2 Rembang. Lha kalau kerja sama dengan perguruan tinggi di Semarang, peserta kan capek, belum lagi keluar biaya transport dan pertimbangan keselamatan di jalan. Lagipula kami sudah pengalaman mengadakan seleksi kayak gini, nyatanya dapat perangkat desa yang bagus. Semua peserta kita tekankan bahwa panitia hanya menginginkan bisa dapat perangkat desa yang berkualitas, “ tutur Syukron.

Selain desa Kabongan Lor, desa Kabongan Kidul – Rembang juga menerapkan langkah serupa. Sejak Minggu pagi, tampak pendaftar perangkat desa mengikuti tes di aula Balai Desa Kabongan Lor.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Rembang, Mashadi membenarkan kedua desa tersebut mengadakan seleksi perangkat desa secara mandiri oleh panitia lokal. Meski demikian tahap pengumuman maupun pelantikan perangkat desa, sama seperti desa – desa lainnya yang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga.

“Yang mengadakan seleksi perangkat desa 232 desa, 177 desa diantaranya kerja sama Undip dan Unnes, sisanya beragam. Ada yang kerja sama dengan perguruan tinggi lain, ada yang kerja sama dengan sekolah, termasuk dihandle panitia desa sendiri. Pendaftar ada 3.343 orang, sedangkan lowongan yang tersedia 562 kursi perangkat desa, “ jelas pejabat asal Kragan ini. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *