Flash News
No posts found

Sejak Api Berkobar Hingga Padam, Pemilik Rumah Tak Kunjung Pulang

Perabot rumah tangga dikeluarkan dari dalam rumah. (gambar atas) petugas pemadam kebakaran Pemkab Rembang menjinakkan si jago merah yang meludeskan rumah bagian belakang milik Kasmani.

Perabot rumah tangga dikeluarkan dari dalam rumah. (gambar atas) petugas pemadam kebakaran Pemkab Rembang menjinakkan si jago merah yang meludeskan rumah bagian belakang milik Kasmani.

Sulang – Sebuah rumah di desa Seren kecamatan Sulang terbakar, Minggu (03 Desember 2017) sekira pukul 09.00 WIB.

Rumah tersebut milik Kasmani (47 tahun). Saat peristiwa terjadi, Kasmani beserta anggota keluarganya tidak berada di rumah, karena sibuk pergi ke sawah.

Api kali pertama diketahui oleh Seno (32 tahun), tetangga korban. Ia memergoki asap sudah membumbung tinggi, sehingga langsung berteriak – teriak meminta tolong.

“Seketika masyarakat sekitar bergegas menuju lokasi kejadian. Ada pula yang melapor ke perangkat desa, untuk mengambil langkah – langkah penanganan, “ tuturnya.

Seorang perangkat desa Seren kecamatan Sulang, Sudarsono menjelaskan begitu ada informasi dari warga, dirinya menghubungi regu pemadam kebakaran Pemkab Rembang. Tak berselang lama datang 1 mobil Damkar dan 2 unit truk tangki, mereka segera menyemprotkan air, dibantu masyarakat. Warga juga mengeluarkan barang – barang, seperti gabah dan perabotan rumah tangga.

“Saat petugas Damkar datang, saya kawal menuju lokasi kejadian, biar cepat sampai. Warga ya gotong royong mengambil air, dari sumur maupun bak – bak kamar mandi. Hampir 1 jam, si jago merah alhamdulilah dapat dipadamkan, “ kata Sudarsono.

Sudarsono menambahkan sampai api padam, pemilik rumah belum ada satupun yang pulang. Warga sendiri yang ingin menyampaikan kabar, tidak mengetahui posisi mereka. Kalau melihat situasi TKP, ia menduga kebakaran disebabkan pembakaran jerami (bediang) untuk mengusir nyamuk pada malam hari. Ketika akan pergi kerja, bediang tidak dimatikan. Api kemudian menjalar ke tumpukan jerami dan merembet sampai atap bangunan rumah.

“Warga ramainya kayak gitu memadamkan api, yang punya rumah belum pulang. Kita nggak tahu di sawah sebelah mana mereka. Kemungkinan pak Kasmani lupa mematikan bediang, sehingga kayak gini jadinya. Kalau di desa kan biasa menyalakan bediang, agar nyamuk tidak menyerang ternak sapi, “ imbuhnya.

Rumah yang terbakar hanya bagian belakang, sedangkan rumah utama di depannya selamat. Meski demikian ditaksir nilai kerugian mencapai hampir Rp 20 Juta. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *