Flash News
No posts found

Kapal Penampung Tenggelam, 5 ABK Diselamatkan Ke Rembang

5 orang korban selamat awak kapal penampung ikan, saat masih berada di Pos Angkatan Laut, Tasikagung, Rembang, Senin pagi (04/12).

5 orang korban selamat awak kapal penampung ikan, saat masih berada di Pos Angkatan Laut, Tasikagung, Rembang, Senin pagi (04/12).

Rembang – Sebuah kapal penampung ikan dari Juana kabupaten Pati, tenggelam dihantam ombak besar di sekitar pulau Masalembu, sebelah utara Madura, Jawa Timur. Para anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan nelayan dari kabupaten Rembang. Masing – masing, Suhardi selaku nahkoda, Budi kepala kamar mesin, kemudian Kardi, Juremi dan Gito selaku anak buah kapal (ABK).

Awalnya kapal penampung ikan Red Z Transport milik H. Rahmat, warga desa Bendar kecamatan Juana, Pati berlayar di sebelah barat daya pulau Masalembu atau berjarak sekira 200 Mil dari pantai utara kabupaten Rembang. Kapal penampung tersebut bertugas mengambil ikan hasil melaut dari kapal – kapal nelayan. Namun pada Jum’at malam, kapal dihantam ombak besar. Mesin kapal mati terendam air laut. Akibatnya, posisi kapal miring, kemudian tenggelam.

Nahkoda kapal, Suhardi bersama 4 orang anak buah kapal tercebur ke laut, dengan naik sisa bak kapal yang masih menyembul. Setelah 6 jam bertahan, mereka berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan cantrang, KM Anugrah Jaya Subur 2 dari Rembang, yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Setelah itu, kapal balik ke Rembang dan bersandar di pelabuhan Tasikagung, Rembang, Senin (04/12/2017).

“Sebenarnya rekan – rekan kami nelayan Juana yang ada di sana, sudah berusaha mengecek badan kapal. Namun sampai sekarang belum ada informasi bagaimana kepastiannya. Kalau posisi titik koordinat sich, telah kita ketahui. Meski demikian kami sangat bersyukur selamat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga, “ tutur Suhardi.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Lettu Hartono mengimbau kepada para nelayan untuk mewaspadai cuaca buruk yang masih rawan terjadi. Apalagi Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) meramalkan pada hari Kamis sampai Sabtu nanti, ombak besar akan kembali melanda Laut Jawa. Ia menyarankan ketika muncul tanda – tanda cuaca ekstrem, untuk menghentikan aktivitas melaut.

“Yang mau persiapan berangkat melaut, kalau sekiranya nggak memungkinkan, sebaiknya waktu keberangkatan ditunda dulu. Yang sudah di tengah, kami sarankan mencari ikan jangan terlalu jauh dari pulau. Jadi begitu ombak besar, usahakan lekas merapat ke pulau terdekat. Himbauan – himbauan semacam ini kita sebar melalui pesawat radio komunikasi, “ jelas Lettu Hartono.

Usai ditampung sementara di Pos Angkatan Laut pelabuhan Tasikagung, Rembang, 5 korban selamat ABK kapal penampung dijemput oleh keluarga dan pemilik kapal. Meski tampak sehat, namun kondisinya masih lelah dan trauma. Mereka memutuskan ingin istirahat, serta menenangkan pikiran dulu. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *