Flash News
No posts found

Pilkades Serentak, Pemkab Khawatirkan Masalah Ini

Gunari, Kasubag Pemerintahan Desa Pemkab Rembang.

Gunari, Kasubag Pemerintahan Desa Pemkab Rembang.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang mengingatkan supaya panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) di 8 desa yang akan menggelar “coblosan” serentak, untuk fokus berada di tempat pemungutan suara (TPS), hari Rabu (06/12/2017).

Kepala Sub Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Rembang, Gunari mengatakan ada panitia Pilkades menanyakan bagaimana dengan pemilih yang dirawat di Puskesmas, rumah sakit atau lumpuh di rumah. Termasuk pemilih yang mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Rembang.

Menurutnya, pemilih seperti itu tetap berhak menyalurkan hak suara. Selama tidak ada permintaan menyalurkan hak suara dari yang bersangkutan, sebaiknya panitia Pilkades memprioritaskan pemungutan suara di TPS masing – masing. Ia khawatir kalau panitia nekat datang ke Rembang, menyambangi rumah sakit dan Rutan, kegiatan di desa rawan terbengkalai. Faktor keamanan di jalan juga menjadi bahan pertimbangan.

“Sepanjang nggak ada laporan dan keinginan dari warga itu, sebaiknya panitia fokus di TPS. Jangan sampai gara – gara memperhatikan pemilih di luar desa, sementara yang di TPS terbengkalai. Semisal ada warga lumpuh, sebisa mungkin dibawa ke TPS. Lha kalau ndak bisa, apakah panitia bisa datang ke rumahnya. Lihat situasi lah, “ tutur Gunari.

Selain masalah pemilih, Gunari juga menyebutkan kemungkinan botoh atau petaruh akan mengganggu proses Pilkades. Kerawanan tersebut layak diantisipasi. Namun sejauh ini belum ada laporan mengenai botoh marak mendatangi desa.

“Botoh memang menjadi kekhawatiran kita, karena jumlah desa yang mengadakan Pilkades hanya 8. Jadi pantauan tertuju ke situ. Sejauh ini nggak ada informasi yang menonjol sich soal botoh, “ imbuhnya.

Dihubungi terpisah, seorang warga desa Samaran kecamatan Pamotan, Maksum mengamati menjelang coblosan, suasana kampungnya cukup tenang. Ia memprediksi botoh tidak berani terang – terangan bertaruh uang atau barang. Kemungkinan ada pihak penengah yang menjadi calo, untuk mempertemukan peserta botoh. Namun seiring dengan ketatnya pantauan di desa, Maksum menganggap praktek semacam itu dapat ditekan.

“Soal kedatangan botoh kita nggak tahu dengan jelas mas. Botoh kan tetap punya orang di desa. Mereka titip uang, untuk dicarikan lawan. Tapi gini lho, orang mau bertaruh untuk mengacaukan Pilkades juga susah. Mengingat per RT, sudah banyak orangnya calon yang ngawasi. Setiap orang juga sudah punya HP. Tahu gerak – gerik mencurigakan, pasti mudah terpantau, “ kata Maksum.

Menurut rencana 8 desa di kabupaten Rembang akan mengadakan Pilkades serentak, hari Rabu (06/12). Mereka diantaranya  desa Samaran kecamatan Pamotan, desa Glebeg kecamatan Sulang, desa Landoh kecamatan Sulang, desa Kebloran kecamatan Kragan, desa Bonang kecamatan Lasem, desa Logung kecamatan Sumber, desa Ngroto kecamatan Pancur dan desa Karangmangu kecamatan Sarang. Total ada 21 orang calon yang maju bertarung. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *