Flash News
No posts found

“Sekarang Saya Lebih Percaya Diri Terima Order….”

Suasana pelatihan tukang yang digelar PT. Semen Indonesia di Balai Kartini Rembang, Selasa (05/12).

Suasana pelatihan tukang yang digelar PT. Semen Indonesia di Balai Kartini Rembang, Selasa (05/12).

Rembang – 333 orang tukang di kabupaten Rembang mengikuti pelatihan yang digelar PT. Semen Indonesia, hari Selasa (05 Desember 2017).

Pelatihan yang berlangsung di gedung Balai Kartini itu menghadirkan instruktur – instruktur ahli di bidang bangunan. Salimun, seorang tukang dari desa Karas kecamatan Sedan mengaku sudah 2 kali ikut pelatihan semacam ini. Menurutnya sangat bermanfaat, terutama untuk mengetahui tekhnik – tekhnik terbaru. Ia merasa lebih percaya diri, sehingga tidak ragu ketika menerima order mengerjakan bangunan yang tergolong rumit.

Meski sudah mengantongi sertifikat, Salimun enggan menaikkan tarif. Ia masih mengacu bayaran umum di kampungnya, rata – rata Rp 80 ribu per hari.

“Ya nambah percaya diri yang jelas mas. Seperti masang boto, masang keramik dan masang kusen – kusen. Tentunya tambah pengalaman. Dulu saya nggak ngira ada tekhnik kayak gini, lha sekarang jadi tahu. Soal naik tarif, saya belum berani. Soalnya pak Kades juga mau sosialisasi dulu bahwa di kampung sudah ada tukang bersertifikat, “ jelasnya.

Manajer Pelayanan Pelanggan PT. Semen Indonesia, Arif Prasetya mengungkapkan 333 orang tukang berasal dari 14 kecamatan se kabupaten Rembang. Mereka menerima materi teori maupun praktek, dari instruktur asal Malang, Jawa Timur. Menurut Arif, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian, supaya tukang lebih mahir. Tidak hanya di Rembang, namun pelatihan juga berlangsung di berbagai daerah, mulai Sumbawa hingga Jakarta.

“Narasumber kita pilihkan dari Malang. Untuk yang di dalam ruangan berlangsung pembekalan teori, untuk di luar itu kita siapkan prakteknya secara langsung. Selain Rembang, kami sudah jadwalkan pelatihan di daerah – daerah lain, “ kata Arif.

Arif menambahkan setelah mengikuti pelatihan selama sehari, peserta berhak mendapatkan sertifikat. Ia berharap kedepan tukang di pelosok pedesaan tak sekedar belajar dari pengalaman, tetapi bagaimana mengikuti perkembangan tekhnologi di bidang pertukangan, sehingga tidak ketinggalan zaman. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *