Flash News
No posts found

Penyebaran Semakin Mengkhawatirkan, Peran Desa Harus Digenjot

Bagian tubuh yang terserang virus HIV. (Wikimedia commons).

Bagian tubuh yang terserang virus HIV. (Wikimedia commons).

Rembang – Penyebaran virus HIV/Aids di kabupaten Rembang semakin mengkhawatirkan. Pemerintah desa juga didorong ikut membantu kampanye pencegahan HIV/Aids, sekaligus jangan sampai mengucilkan penderita.

Sutomo, seorang pegiat sosial di kecamatan Kragan menyayangkan selama ini desa kurang peduli terhadap masalah itu. Padahal sosialisasi dari petugas kesehatan Puskesmas juga sering dilakukan. Mestinya perlu ada yang meneruskan informasi ke masyarakat tingkat bawah, agar upaya pencegahan menjadi lebih efektif.

Ia mencontohkan soal penularan, hanya bisa melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian dan kerap melakukan hubungan sexsual dengan pasangan berbeda – beda. Namun masih banyak warga belum tahu. Selain itu yang tidak kalah penting, bagaimana masyarakat dididik untuk waspada, tapi jangan menjauhi penderita yang sudah tertular. Justru warga perlu diedukasi, tidak masalah bergaul dengan penderita HIV/Aids, karena penyakit tersebut tidak menular, kalau hanya sekedar bertatap muka dan mengobrol.

“Trenyuh rasanya kalau saya dengar kabar ada penderita HIV/Aids dikucilkan. Saya sendiri sudah sering mengantar Orang Dengan HIV Aids (ODHA) berobat. Saya gandeng, duduk satu mobil berdampingan, nyatanya juga tidak tertular. Jadi desa harus mencerahkan, bukan malah ikut – ikutan mengucilkan. Mungkin aparat desa membuat program rutin bersama bidan desa, “ tutur Sutomo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i mengatakan pihaknya terus menggiatkan sosialisasi, melalui beragam kesempatan. Ada 3 tujuan, yakni tidak ada lagi kasus HIV baru, tidak ada kasus HIV yang meninggal dunia karena penderita telah diobati dan tidak ada lagi penderita HIV dikucilkan.

“Puskesmas menjadi garda terdepan dalam upaya ini. Namun ruang gerak Puskesmas juga terbatas. Tokoh masyarakat, desa maupun stake holder terkait, mari kita bergerak sama – sama, “ jelasnya.

Sementara itu pada Jum’at pagi (08 Desember 2017), Pemkab Rembang menggelar peringatan Hari Aids Sedunia, dibarengkan dengan Apel Keselamatan Berlalu Lintas di Alun – Alun Rembang. Dalam kegiatan tersebut diungkap data penderita HIV/Aids sejak tahun 2004 hingga bulan November tahun 2016, sebanyak 312 penderita. Kemudian pada tahun 2017, sudah naik menjadi 436 penderita. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *