Flash News
No posts found

Seleksi Perangkat Desa : Ditantang Buka Nilai Asli, SMA N 2 Rembang Menjawab

Salah satu nilai seleksi perangkat desa yang menjalin kerja sama dengan SMA N 2 Rembang. Tampak nilai tes komputer memperoleh 0 (bagian bawah). Belakangan nilai tersebut telah dikoreksi.

Salah satu nilai seleksi perangkat desa yang menjalin kerja sama dengan SMA N 2 Rembang. Tampak nilai tes komputer memperoleh 0 (bagian bawah). Belakangan nilai tersebut telah dikoreksi.

Rembang – SMA N 2 Rembang selaku penyelenggara seleksi perangkat desa tidak akan membuka hasil nilai asli, apabila ada pendaftar yang ingin mengetahui atau sekedar mencocokkan dengan akumulasi nilai yang diumumkan oleh pihak desa.

Sebelumnya SMA N 2 Rembang, menangani seleksi perangkat desa di 16 desa se kecamatan Bulu dan 3 desa dari kecamatan Sulang.

Kepala SMA N 2 Rembang, Sumarno menuturkan manakala ada pendaftar perangkat desa datang sendiri untuk mengetahui nilai tes, tidak akan dilayani. Namun apabila pendaftar datang sambil didampingi kepala desa atau panitia seleksi, baru bisa dibukakan nilainya. Ia beralasan SMA N 2 Rembang bekerja sama dengan panitia seleksi perangkat desa. Kebetulan dalam perjanjian, pihaknya tidak boleh memberitahukan nilai, selain kepada panitia.

“Belum lama ini sempat ada pendaftar yang datang ingin mengetahui nilai. Lha karena ia didampingi oleh kepala desa dan desa menghendaki dibuka saja, ya kita buka. Namun kalau pendaftar datang ke sini sendiri, mohon maaf, nggak bisa kami bukakan nilainya. Kita itu kan diberi kerja oleh desa, maka tanggung jawab kami hanya kepada desa dan panitia, “ jelasnya.

Sumarno mengaku mendengar cukup marak suara – suara miring, dalam seleksi perangkat desa. Ia menganggap sesuatu yang wajar, lantaran melibatkan banyak orang. Dirinya juga membantah keras tudingan ada titipan atau bahkan uang sogokan, agar penyelenggara dapat meloloskan peserta tertentu. Sejak awal ketika desa mengajak kerja sama seleksi perangkat desa, harus mau mengikuti mekanisme prosedur. Kalau tidak bersedia, pihaknya meminta lebih baik jangan menggandeng SMA N 2 Rembang.

“Kita tegaskan nggak ada itu uang sogokan atau peserta titipan. Yang kami terima hanya uang dari panitia, untuk biaya kegiatan seleksi. Nilai aslinya waktu itu juga sudah difoto sama LSM kok. Apabila muncul keluhan – keluhan, saya kira wajar lah. Sebelum seleksi, saya akui sempat ada kepala desa yang tanya kisi – kisi soal, kemudian tanya bisa dikondisikan tidak. Saya jawab kalau mau mempercayakan dengan kami, serahkan sepenuhnya kepada kami. Mereka yang nggak mau akhirnya hengkang, “ terang Sumarno.

Saat disinggung pertanyaan sejumlah peserta seleksi yang merasa bisa mengikuti tes komputer dengan baik, namun justru mengantongi nilai rendah atau bahkan mendapatkan nilai 0, Sumarno menyebutkan tes komputer memang berlangsung di sekolahnya. Namun ditangani oleh Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) Mugen. Mereka menyerahkan nilai, kemudian direkap dengan nilai pendidikan dan pengabdian yang disodorkan desa, setelah itu digabung nilai tes tertulis dan tes wawancara. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *