Flash News
No posts found

Datangi Inspektorat, Protes Seleksi Perangkat Desa

Pendaftar perangkat desa didampingi sejumlah warga desa Kedung kecamatan Pancur, mendatangi Inspektorat Kabupaten Rembang, Senin (11/12).

Pendaftar perangkat desa didampingi sejumlah warga desa Kedung kecamatan Pancur, mendatangi Inspektorat Kabupaten Rembang, Senin (11/12).

Pancur – 5 orang warga desa Kedung kecamatan Pancur, Senin pagi (11 Desember 2017) mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Rembang. Mereka kecewa terhadap seleksi penerimaan perangkat desa, karena ada kejanggalan. Dari 5 orang tersebut, 1 diantaranya adalah Sis Utami, merupakan pendaftar perangkat desa.

Sis Utami, warga desa Kedung mengatakan ada 3 kuota perangkat desa yang diisi di kampungnya, dengan jumlah pendaftar 14 orang. Menurutnya, kebetulan dari 3 orang yang lolos, semua masih memiliki hubungan kekerabatan dengan kepala desa. Berdasarkan peringkat nilai tes, ranking 1 ditempati Aditya Budi Darmawan memperoleh total nilai 68, masing – masing nilai pendidikan 3, pengabdian 7, ujian tertulis 23, ujian komputer 28 dan tes wawancara 7. Ranking 2 dan ranking 3 ditempati Shofi Ulfatun Nisa dan Dian Nurhayati. Sedangkan dirinya mengantongi nilai 46, berada di ranking 4 atau terpaut hanya 2 angka, dibandingkan urutan ke 3.

Sis Utami sebatas mempermasalahkan nilai pengabdian 7 yang diberikan kepada Aditya Budi Darmawan. Ia mempertanyakan dari mana asal usul nilai 7 tersebut. Padahal diduga Aditya tidak duduk di lembaga desa yang disahkah melalui Surat Keputusan (SK) Kades. Pihaknya memilih melapor langsung ke Inspektorat, supaya lebih cepat ditangani. Sis mendesak proses seleksi perangkat desa diulang, demi menjamin asas keterbukaan.

“Aditya itu ibarat seperti asistennya pak Kades, sering disuruh ngetik dan membantu, apa karena itu mendapatkan nilai 7. Kami sudah cek ke struktur organisasi lembaga desa, kok nggak ada. Kalau nggak layak kok dikasih nilai 7, sama saja merugikan pendaftar lainnya. Maka saya melapor ke Inspektorat, biar cepat clear persoalan ini, “ tutur Utami.

Rombongan warga desa Kedung kecamatan Pancur diterima oleh Kepala Inspektorat, Fakhrudin. Fakhrudin menyatakan berkas yang diserahkan Sis Utami akan dikaji. Kalau memenuhi syarat ke tahap berikutnya, dalam jangka waktu maksimal 1 Minggu, pelapor maupun pihak – pihak terkait baru dimintai keterangan. Sesuai prosedur tetap (Protap) Inspektorat, maksimal 1 bulan sudah ada kesimpulan.

“Laporan sudah kami terima, nantinya akan dikaji dulu. Secara normatif, saya sebagai pelayan masyarakat, kami terima. Begitu aduan masuk, 7 hari kita terbitkan surat perintah tugas. Tunggu sampai maksimal 1 Bulan, insyaallah sudah memperoleh hasil, “ terang Fakhrudin.

Sementara itu, Supri, Kepala Desa Kedung kecamatan Pancur dikonfirmasi melalui telefon menanggapi Aditya Budi Darmawan, menduduki Ketua Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), sehingga layak memperoleh nilai 7. Apalagi sudah ada musyawarah bersama panitia seleksi, mengenai pembobotan nilai pengabdian. Ia juga membantah keras perangkat desa yang terpilih dikondisikan kerabatnya, karena merupakan kewenangan panitia.

“Pembobotan nilai 7 tersebut sudah melalui proses yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ada anggapan semua perangkat desa yang terpilih adalah kerabat kepala desa, nggak benar itu. Saya nggak ikut – ikutan, “ ujar Supri.

Supri balik mempertanyakan kenapa laporan baru dilayangkan sekarang. Padahal di dalam Peraturan Bupati mencantumkan apabila ada yang keberatan, laporan paling lambat 24 jam setelah diketahui. Pihak desa mengumumkan seleksi perangkat desa sudah lebih dari seminggu, menurutnya laporan ke Inspektorat kadaluwarsa. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. Achmad chumaidi

    Desa jeruk pancur kenapa tidak diunggah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *