Flash News
No posts found

Bupati : “Mohon Disudahi Saja…”

Seorang pendaftar perangkat desa melayangkan protes ke Inspektorat Kabupaten Rembang, dengan membawa sejumlah berkas.

Seorang pendaftar perangkat desa melayangkan protes ke Inspektorat Kabupaten Rembang, dengan membawa sejumlah berkas.

Lasem – Bupati Rembang, Abdul Hafidz bingung saat namanya dikait – kaitkan, lantaran ada calon perangkat desa yang tidak lolos seleksi. Tudingan itu muncul, salah satunya dari kalangan kepala desa.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan masalah tersebut dalam kegiatan Dinamika Pembangunan di balai desa Soditan kecamatan Lasem, Selasa pagi (12 Desember 2017).

Ia merasa tuduhan semacam itu tidak fair, karena Pemerintah Kabupaten Rembang tidak mempunyai kewenangan untuk menekan desa. Sejak awal berulang kali disampaikan seleksi perangkat desa menjadi otoritas pemerintah desa. Meski demikian, Hafidz berpendapat masyarakat umumnya puas dengan seleksi perangkat desa. Bahkan di akun Instagramnya, 2 ribuan yang memberikan tanggapan positif. Dengan nada bercanda, Bupati berharap jangan terus – terusan menjadi sasaran protes.

“Seleksi perangkat desa, mau digelar di rumah, balai desa, sekolah, menggandeng perguruan tinggi, monggo itu kewenangan desa. Kok saya sama pak Wakil Bupati dikambing hitamkan, karena ada calon perangkat desa nggak jadi. Ada yang bilang kebijakan Bupati gak dunung. Bupati awake wis kurune koyo ngene disasar terus. Ojo mbok antemi terus yo nggi (Kades), “ jelasnya sambil terkekeh.

Abdul Hafidz memprediksi protes seleksi perangkat desa tidak sampai 5 %, dari total 232 desa yang mengadakan seleksi. Ia meminta untuk menyudahi saja letupan – letupan kecil tersebut, demi kelangsungan pembangunan desa kedepan. Bupati khawatir kalau dibiarkan, justru mengganggu kondusivitas masyarakat desa.

“Kita ingin semakin baik dengan kebersamaan, yang kondusif jangan terganggu oleh masalah kecil. Yang komunikasinya sudah baik, ayo ditingkatkan. Pemerintah sudah bertekad bulat bahwa pembangunan harus dimulai dari pinggiran dan desa. Kalau dibiarkan, kondisinya menjadi tidak kondusif. Maka saya mohon untuk segera menyudahi polemik perangkat desa ini, “ imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pasca seleksi perangkat desa di kabupaten Rembang, kegaduhan terjadi di sejumlah desa. Mulai ada yang mempertanyakan kesalahan nilai, kecewa karena calon yang jadi mayoritas kerabat kepala desa, hingga protes tentang nilai pengabdian calon yang tidak sesuai fakta sesungguhnya. Mereka yang protes masih belum menerimakan hasil pengumuman, karena menduga sarat permainan. Dijadwalkan pelantikan perangkat desa terpilih akan berlangsung antara tanggal 20 – 26 Desember 2017. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *