Flash News
No posts found

Genangan Tutup Jalan Dikeluhkan, Warga Usulkan Solusi

Genangan air seperti ini menjadi pemandangan biasa di jalan Karas – Sidorejo kecamatan Sedan, tiap hujan deras.

Genangan air seperti ini menjadi pemandangan biasa di jalan Karas – Sidorejo kecamatan Sedan, tiap hujan deras. (facebook).

Sedan – Banjir sering merendam jalan antara desa Karas – Sidorejo kecamatan Sedan, tiap kali turun hujan deras. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat, karena mengganggu kelancaran lalu lintas.

Ahmad Baligh Muaidi, tokoh warga desa Karas kecamatan Sedan mengatakan saat hujan deras Kamis siang (14 Desember 2017), sepanjang badan jalan dari depan balai desa Karas ke utara sampai perbatasan desa Sidorejo tergenang air sedalam 10 – 20 centi meter.

Hal itu disebabkan minimnya saluran air. Di bagian barat jalan, selokan lama tidak aktif alias buntu. Begitu pula yang di timur jalan, penataan belum tuntas, sehingga pembuangan airnya masih kesulitan. Begitu hujan deras, pasti kondisinya cukup parah.

“Yang jelas sangat memprihatinkan mas. Antara volume air dengan daerah resapan dan ketersediaan selokan nggak sebanding. Lha pembuatan selokan belum finish soalnya. Itu di utara kampung ada lahan persawahan, kalau selokan sampai sana, insyaallah akan teratasi, “ tuturnya.

Baligh Muaidi menimpali akses Karas – Sidorejo merupakan jalur penting perekonomian, sehingga perlu diprioritaskan. Sementara ini, pemerintah baru menata saluran air dari Karas menuju desa Mojosari kecamatan Sedan. Menurutnya belum menjadi solusi, sehingga kedepan saluran air Karas – Sidorejo perlu ditata.

“Tanpa ada drainase di kanan kiri jalan, ya paling akan seperti itu terus. Bahkan bisa jauh lebih parah. Kalau sekarang dekat balai desa ada normalisasi selokan yang arah Mojosari, tapi pengaruhnya belum seberapa, “ imbuh Baligh.

Seiring dengan peningkatan curah hujan, jalur tersebut belakangan ini menuai sorotan pengguna jalan. Bahkan foto – foto genangan air diupload ke media sosial, sehingga bermunculan komentar dari warganet.

Menurut Baligh, dalam musyawarah perencananaan pembangunan (Musrenbang) tingkat desa pernah diusulkan oleh warga. Ia berharap dapat diperjuangkan sampai ke kabupaten, sehingga usulan tersebut dapat terealisasi. Mengingat drainase yang diharapkan warga berada di pinggir jalan kabupaten. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *