Flash News
No posts found

Prihatin, Kisah Supriyadi Yang Mengenaskan Diadukan Kepada Bupati

Luka menganga di bagian pantat Supriyadi. (gambar atas) seorang pegiat sosial menunjukkan foto Supriyadi kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz, belum lama ini.

Luka menganga di bagian pantat Supriyadi. (gambar atas) seorang pegiat sosial menunjukkan foto Supriyadi kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz, belum lama ini.

Sale – Seorang perjaka warga dusun Tuder desa Wonokerto kecamatan Sale menderita luka borok yang sangat mengenaskan. Di bagian pantatnya terdapat 3 lubang menganga cukup lebar dan dalam, karena luka borok yang tak kunjung sembuh, meski sudah berulang kali mendapatkan penanganan medis. Luka tersebut mulai muncul usai terjatuh dari pohon jati, beberapa bulan lalu.

Derita seperti itu dialami Supriyadi (26 tahun). Dirinya sempat menjalani perawatan di RS dr. R Soetrasno Rembang, tapi kemudian kembali pulang. Karena belum juga membaik, keluarga berencana membawa berobat ke rumah sakit di Solo.

Yohan Nugroho, warga dusun Tiyang desa Pancur mengaku sempat menjenguk Supriyadi, bersama – sama dengan komunitas pegiat sosial di kabupaten Rembang. Saat sampai lokasi, masyarakat sekitar merasa trenyuh, bahkan sudah pernah menggelar penggalangan dana, guna membantu meringankan beban Supriyadi yang tercatat sebagai warga miskin di desa Wonokerto kecamatan Sale. Mereka merasa kasihan, apalagi Supriyadi sempat akan menjual rumah, untuk biaya berobat.

“Wajahnya sudah pucat, badannya lemas tanpa daya, kasihan sekali kalau lihat mas Supriyadi ini. Remaja di sana juga keliling kampung mengumpulkan uang, diserahkan sama yang bersangkutan untuk biaya berobat. Kami sendiri dari sedekah rombongan sering woro – woro lewat online, “ jelasnya.

Yohan menambahkan luka yang dialami Supriyadi kian parah. Ia sempat menemui Bupati Rembang, Abdul Hafidz untuk meminta saran, bagimana penanganan Supriyadi kedepan. Bupati menyarankan tidak perlu dirujuk ke Solo, tetapi cukup di RS dr. R Soetrasno Rembang saja.

“Waktu saya ketemu pak Kades, akhirnya disimpulkan masuk RS Rembang dulu, habis itu dirujuk ke Solo. Tapi ketika saya berkonsultasi dengan pak Bupati minta saran, dibilangi biar di rumah sakit Rembang saja. Harapan kami penanganan lebih optimal, apabila pak Bupati ikut mengawal, “ imbuhnya.

Yohan mengetuk kepedulian masyarakat terhadap penderitaan Supriyadi. Lebih – lebih yang bersangkutan butuh pengobatan dalam waktu cukup lama. Siapapun yang ingin membantu, ia mempersilahkan untuk datang ke dusun Tuder desa Wonokerto kecamatan Sale. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *