Flash News
No posts found

Hijaukan Pesisir, Ini Dia Tantangan Terberatnya

Warga desa Banyudono kecamatan Kaliori menanam bakau, Jum’at pagi (15/12).

Warga desa Banyudono kecamatan Kaliori menanam bakau, Jum’at pagi (15/12).

Kaliori – Penanaman bakau di pinggir pantai desa Banyudono kecamatan Kaliori, terancam oleh serbuan sampah plastik. Kondisi tersebut membuat pihak desa harus menyiapkan langkah antisipasi, supaya bakau yang baru ditanam tidak mudah mati tertutup sampah.

Kepala Desa Banyudono kecamatan Kaliori, Muhammad Toha menyampaikan masalah itu di sela – sela kegiatan penanaman bakau di pesisir utara Banyudono, Jum’at pagi (15/12/2017).

Menurutnya, sampah tidak hanya berasal dari kalangan rumah tangga. Namun sebagian diperkirakan berasal dari sampah limbah kapal yang bersandar di Pelabuhan Tasikagung Rembang, kemudian hanyut terbawa ombak sampai ke kampungnya. Begitu sampah menutupi bibit bakau, maka akan menghambat pertumbuhan dan akhirnya mati. Ia berharap masyarakat bersama – sama menjaga kebersihan, demi kelangsungan ekosistem pesisir pantai.

“Kendala yang paling berat adalah sampah plastik. Misalnya kita tanam bakau baru umur 1 bulan, lha kalau kena sampah plastik dan ombak besar, ya akarnya kan nggak kuat. Langsung tercerabut dan percuma kan. Harapan kami kampanye menjaga kebersihan pantai dan manfaat mangrove (bakau) kayak apa lebih digiatkan dari dinas terkait, “ tuturnya.

Toha menambahkan dalam penanaman bakau kali ini pihaknya mendapatkan bantuan bibit dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Rembang. Pada tahap awal ditanam sekira 1.000 an bakau, mengambil lokasi sebelah barat desa Banyudono.

“Dulu di tempat ini pernah ada bakau, tapi entah kenapa belakangan kok banyak yang hilang. Selain faktor alam, kemungkinan juga ada tangan – tangan jahil manusia. Apalagi mulai muncul perumahan. Ya kami minta untuk warga terdekat, bisa ikut menjaga. Kalau kelak bakaunya besar – besar, rumah kan aman dari amukan ombak, “ imbuhnya.

Penanaman membutuhkan waktu beberapa hari, dengan melibatkan puluhan warga setempat. Nantinya bakau yang memanjang berjarak 50 an meter dari bibir pantai itu, akan dilokalisir dengan pembatas batang – batang bambu. Tekhnik tersebut berfungsi sebagai tanggul darurat penahan gelombang maupun sampah, agar peluang bakau hidup lebih besar. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *