Flash News
No posts found

Perpustakaan Desa Kesulitan Akses Bantuan, Ada Cara Peduli Untuk Mereka

Mahasiswi mengambil kitab suci Alqur’an di Perpustakaan Masjid Jami’ Lasem, untuk disalurkan ke desa.

Mahasiswi mengambil kitab suci Alqur’an di Perpustakaan Masjid Jami’ Lasem, untuk disalurkan ke desa.

Lasem – Perpustakaan Masjid Jami’ Lasem turut menginisiasi dioptimalkannya Perpustakaan Desa, untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran bantuan kitab suci Alqur’an beserta terjemahan.

Pengelola Masjid Jami’ Lasem, Abdullah Hamid, Jum’at siang (15 Desember 2017) mengatakan bantuan tersebut sudah diserahkan kepada perwakilan sejumlah desa, diantaranya 6 desa di kabupaten Rembang dan 1 pondok pesantren di Brebes.

Untuk kabupaten Rembang, meliputi desa Wuwur, desa Tuyuhan, desa Pancur, desa Kalitengah di kecamatan Pancur dan 2 desa lainnya akan menyusul.

“Desa Wuwur sebanyak 20 eksemplar, Tuyuhan 25 eksemplar, Pancur 22, kemudian desa Kalitengah dan 2 desa lainnya baru akan menyusul ambil. Mereka datang ke sini, malah ada yang bawa becak segala. Semangat sekali pokoknya, “ ujar Abdullah.

Hamid mengakui sering kali perpustakaan desa kesulitan mendapatkan akses bantuan buku dari pemerintah. Kebetulan perpustakaan Masjid Jami’ Lasem dipercaya menerima cukup banyak bantuan kitab suci Alqur’an dari Kementerian Agama, sehingga bisa diteruskan ke tingkat bawah.

Ia berharap bantuan tersebut akan menambah koleksi perpustakaan di desa. Setelah Alqur’an, sangat memungkinkan kelak disalurkan pula buku – buku seputar keagamaan dan sejarah Islam.

“Dengan adanya bantuan ini akan terbentuk kelembagaan perpustakaan desa yang aktif, minat baca juga ikut terangkat. Kebetulan kami terima proposal dari mahasiswa STAI Al Anwar Sarang yang lagi kuliah kerja nyata (KKN) di desa. Mereka kerja sama dengan pemerintah desa dan Karang Taruna, “ imbuhnya.

Seorang penerima bantuan kitab suci Alqur’an, Laila mengaku kebetulan berada di Lasem untuk melakukan kajian Islam. Alumni Ponpes Alhidayat Lasem ini mengungkapkan di pondok pesantren kampungnya terdapat program hafalan Alqur’an. Alqur’an yang diterimanya, menurut rencana untuk sarana para santri di Brebes, menuntaskan kegiatan tersebut.

“Jumlah kitab yang kami punya memang perlu ditambah, karena sebagian ada yang sudah sobek. Alhamdulilah dapat yang baru, semoga memberikan berkah untuk semuanya, “ tandas Laila. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *