Flash News
No posts found

Soal Pungli Seleksi Perangkat Desa, Polisi Cium 2 Modus

Pendaftar perangkat desa yang gagal lolos melaporkan dugaan permainan uang, dalam seleksi perangkat desa ke Mapolres Rembang.

Pendaftar perangkat desa yang gagal lolos melaporkan dugaan permainan uang, dalam seleksi perangkat desa ke Mapolres Rembang.

Rembang – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) kabupaten Rembang menyebar anggotanya, untuk menelusuri dugaan pungutan liar dalam proses seleksi perangkat desa.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Rembang, Kompol Pranandya Subyakto, Jum’at siang (15/12/2017) menuturkan informasi yang diterima dari masyarakat ada 2 macam Pungli. Diantaranya menyerahkan uang kepada oknum kepala desa, supaya peserta lolos seleksi dan modus lain, peserta yang lolos perangkat desa harus menyetorkan semacam uang iuran, berdalih untuk pembangunan desa.

Anggotanya masih berada di lapangan, guna mengumpulkan informasi. Termasuk yang sudah dilaporkan oleh pendaftar perangkat desa dari kecamatan Sarang, menjadi bahan melangkah.

“Informasi tersebut sudah kami terima, yang dari Sarang bahkan secara resmi telah melaporkan. Terkait adanya beban iuran bagi yang jadi, anggota kami sedang menyisir di lapangan. Lha kalau memang benar, ya akan kami tindak sesuai ketentuan hukum, “ jelasnya.

Pranandya yang juga Wakil Kepala Polres Rembang ini menambahkan di dalam aturan, calon perangkat desa terpilih tidak dibebani iuran kepada desa. Kalau mereka menyerahkan dana dalam jumlah tertentu, masuk kategori pungutan liar. Maka berulang kali ia mengimbau pemerintah desa maupun panitia berhati – hati menyikapi masalah tersebut. Begitu Tim Saber Pungli menangkap basah praktek Pungli, pihaknya tak segan – segan memproses secara hukum.

“Kalau jadi perangkat desa kemudian dibebani uang iuran, di dalam aturan kan nggak boleh. Artinya ya melanggar. Kalau ketentuannya jelas, nggak masalah. Sudah berkali – kali kami sampaikan himbauan kepada Kades dan panitia, hati – hati. Jangan sembarangan memungut, tanpa didukung regulasi, “ tandasnya.

Sementara itu, beberapa pendaftar perangkat desa yang gagal lolos mengakui sulit menyodorkan bukti – bukti rinci adanya pungutan liar. Namun mereka berharap aparat penegak hukum serius menelusuri. Sebelumnya, seleksi perangkat desa digelar 232 desa. Jumlah pendaftar mencapai 3.343 orang, memperebutkan lowongan perangkat 562 kursi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *