Flash News
No posts found

Berawal Dari Besi Rosok, Hasil Karya Warga Ini Siap Dipatenkan

Alat pengasah pisau perajang daun tembakau. (gambar atas) Ali Achmadi menunjukkan alat pengasah kepada tim penilai, belum lama ini.

Alat pengasah pisau perajang daun tembakau. (gambar atas) Ali Achmadi menunjukkan alat pengasah kepada tim penilai, belum lama ini.

Pamotan – Mantan Kepala Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan, Ali Achmadi berhasil membuat alat pengasah mesin perajang daun tembakau. Uniknya, kali pertama inovasi tersebut memanfaatkan besi bekas atau rosok.

Ali Achmadi menceritakan ide membuat alat pengasah, berawal dari keresahan petani yang setor tembakau hasil panenan kepada perusahaan mitra, dinyatakan kualitasnya rendah. Setelah ditelusuri, ternyata sistem perajangan daun tidak sesuai, gara – gara mesin perajang yang kurang tajam.

Setelah melakukan riset selama 2 tahun, kemudian mencoba merakit alat pengasah dari limbah besi dan baja bekas. Tapi begitu mendapatkan respon positif  para petani, maka dirinya menyiapkan bahan berkualitas yang dibeli dari toko. Kalau semua bahan siap, dalam jangka waktu seminggu perakitan selesai.

“Ini kan karena petani tembakau mengeluh kok hasil rajangan daun jelek. Nah ketajaman pisau ini yang kurang diperhatikan. Kami awalnya memberdayakan besi bekas untuk buat alat pengasah. Karena permintaan bermunculan, jadi kita nggak bisa mengandalkan besi rosok yang jumlahnya terbatas. Tentu harus menyiapkan bahan skala besar, biar kualitas benar – benar bagus, “ tutur pria berusia 44 tahun ini.

Ali Achmadi menambahkan 1 alat pengasah dijual dengan harga Rp 2,5 Juta. Mengingat kemampuan petani tembakau masih terbatas, umumnya mereka baru menitipkan pisau rajang untuk diasah, agar semakin tajam. Biaya jasa pengasahan selama 5 menit, cukup membayar ongkos Rp 10 Ribu. Menurut Ali, alat pengasah ciptaannya, sudah diajukan untuk memiliki hak paten. Sampai sekarang tinggal menunggu hasilnya.

“Ini difasilitasi oleh Provinsi Jawa Tengah untuk mengantongi hak atas kekayaan intelektual (HAKI), do’akan semoga prosesnya lancar. Alat ini segmen pasarnya untuk petani tembakau, kita sempat ikut beberapa kali pameran. Banyak yang tertarik, termasuk dari luar Pulau Jawa. Kalau di Kabupaten Rembang baru nitip ngungkal pisau rajang, soalnya pakai pengasah manual kan lama, “ tambahnya.

Dihubungi terpisah, Nursalam, Kepala Sub Bidang Penelitian Dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Rembang, mengungkapkan inovasi dari Desa Bangunrejo diikutkan dalam sejumlah lomba. Kebetulan alat pengasah perajang daun tembakau masuk nominasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pihak provinsi siap melakukan pendampingan hingga memperoleh hak paten.

“Semoga desa – desa lain akan terus memunculkan inovasi. Yang penting bermanfaat bagi masyarakat. Gimana caranya dengan inovasi, akan lebih memudahkan aktivitas, “ tandasnya. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. Ali achmadi

    Apresasi yg tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *