Flash News
No posts found

Pelanggan Semakin Pusing, Daerah Tak Berwenang Melangkah

Pelanggan listrik di Rembang.

Pelanggan listrik di Rembang.

Rembang – Pencabutan subsidi listrik memicu banyak keluhan masyarakat di Kabupaten Rembang. Hal itu dirasakan oleh pelanggan dengan daya 900 VA, sedangkan pemohon baru daya 450 VA diperketat, khusus warga miskin. Sejumlah warga yang menggunakan daya 900 VA menolak apabila dianggap keluarga kaya. Mereka berdalih masih butuh subsidi, karena mesti membayar rekening listrik, rata – rata Rp 300 Ribu setiap bulan.

Yanti, pelanggan listrik di Desa Mondoteko, Rembang mengaku bingung, karena tarif listrik semakin mahal. Menurutnya menambah beban keluarga, apalagi pendapatan tidak ada peningkatan.

“Listrik tambah mahal, yang bikin saya heran kenapa subsidi untuk keluarga saya dicabut. Sementara warga yang ekonominya lebih baik, masih pakai daya 450 VA dan dapat subsidi. Kalau seperti ini, ya jelas nggak ada keadilan, “ keluhnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Kabupaten Rembang, Dwi Wahyuni mengutarakan subsidi listrik adalah kebijakan pemerintah pusat. Data yang digunakan merupakan data dari Kementerian Sosial. Ia sendiri belum mengetahui berapa warga Kabupaten Rembang yang masih mendapatkan subsidi listrik.

“Kami akan koordinasikan dengan dinas terkait mengenai masalah ini. Sebenarnya Kabupaten Rembang dapat berapa, nanti hal itu yang akan kita urus, “ ungkap Dwi.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengaku tarif listrik bukan wewenang Pemerintah Kabupaten. Ia melihat pusat ingin mengarahkan supaya daya listrik ditingkatkan. Hanya saja tarif antara rumah tangga dengan industri dibedakan.

“Sulit jawab kalau ada pertanyaan dari warga, kenapa bayar rekening listriknya jadi naik terus. Itu bukan kewenangan kami. Meski demikian apapun program yang digulirkan dari pusat, saya minta dinas tekhnis mengikuti perkembangan, “ jelas Hafidz.

Berdasarkan data PLN, pengguna daya listrik 900 VA yang masih disubsidi sebanyak 4,1 Juta pelanggan, dari total 18,9 Juta pelanggan. Pemerintah juga sempat berencana mencabut subsidi listrik daya 450 VA, namun belakangan dibatalkan. Sampai akhir tahun 2018, pemakai daya 450 VA yang jumlahnya 27 Juta pelanggan se Indonesia, masih bisa menikmati tarif subsidi Rp 415 per KWH. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *