Flash News
No posts found

Soal Ijazah Minimal Pekerja Pabrik Sepatu, Bupati Sampaikan Info Dari Investor

Seorang warga mencari rumput di dekat pagar bangunan yang akan menjadi pabrik sepatu, di pinggir Jalan Tireman – Padaran, Kamis sore (28/12).

Seorang warga mencari rumput di dekat pagar bangunan yang akan menjadi pabrik sepatu, di pinggir Jalan Tireman – Padaran, Kamis sore (28/12).

Rembang – Warga Desa Padaran, Rembang yang kebetulan tanahnya tidak dijual untuk pabrik sepatu, tetap berharap bisa dilibatkan dalam perekrutan tenaga kerja.

Sukono, seorang warga Desa Padaran menceritakan saat masyarakat mengobrol seputar pabrik sepatu, hal itu sering menjadi topik pembahasan. Mengingat Desa Padaran relatif cukup dekat dengan lokasi pabrik sepatu yang berada di sebelah timur Embung Rowosetro. Ia membenarkan masih cukup banyak pengangguran di desanya, terutama kaum wanita. Lebih – lebih setelah pabrik rokok di pinggir jalur Pantura Desa Pasar Banggi tutup, mereka yang bekas pekerja pabrik rokok, sangat berharap kelak dapat diterima bekerja di pabrik sepatu.

Sukono juga mempertanyakan syarat ijazah minimal bagi calon pekerja pabrik sepatu. Menurutnya kalau bisa tidak memathok ijazah tinggi, sehingga mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kan warga Desa Padaran kemarin nggak menjual tanahnya sama investor, penginnya ya tetap ditarik jadi pekerja. Begitu pula Desa Tireman, harapannya sama. Yang jual tanah petani Pasar Banggi sama Sridadi. Kami dengar dari pemerintah desa, katanya keinginan tersebut akan diakomodir. Kalau meleset, kemungkinan tetap kecewa, “ ungkapnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz sebelumnya menyampaikan investor pabrik sepatu asal Korea tidak mensyaratkan ijazah tinggi. Lulusan SD pun tetap akan diterima, setelah melalui proses pelatihan selama 4 bulan. Penerimaan tenaga kerja, nantinya mengutamakan warga sekitar pabrik. Terkait gaji, investor sudah menyanggupi sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Lulusan SD pun bisa, tapi harus dites skill dan fisiknya. Tak mengenal sekolah, yang penting mau kerja. Nanti dilatih dulu  3 – 4 bulan. Gaji tetap UMK dan terjamin kesehatannya. Kemudian makan siang juga dikasih, kalau diuangkan totalnya perkiraan hampir Rp 2 Juta per Bulan, “ jelas Bupati.

Hafidz menimpali pabrik sepatu yang menempati lahan milik warga Desa Pasar Banggi dan Desa Sridadi, pada tahap awal siap menerima sekira 5 ribu orang pekerja. Operasional pabrik ditargetkan mulai bulan September tahun 2018. Jika lancar, pabrik akan dikembangkan, sehingga bisa merekrut 20 ribu pekerja. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. Rusmi

    Sya Rusmi warga rembang yg bekerja di pabrik sepatu yg berada di serang banten.sya bkerja di sini sejak thun 2002.ada niat pengen pulkam pindah kesana.pgen buat Rembang semakin bangkit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *