Flash News
No posts found

Banjir, Kegiatan Belajar Mengajar Ratusan Siswa Ditiadakan

Suasana banjir yang masih merendam lingkungan sekolah SMP N 2 Lasem, Selasa (02/01).

Suasana banjir yang masih merendam lingkungan sekolah SMP N 2 Lasem, Selasa (02/01).

Lasem – Banjir menerjang sejumlah lokasi di Kecamatan Lasem, sejak Senin malam (01/01). Di desa Karangturi, 40 an rumah kebanjiran, akibat gorong – gorong saluran air yang berada di daerah Jolotundo tertutup. Air pun meluap ke permukiman penduduk.

Camat Lasem, Harjono menjelaskan ketinggian air selutut orang dewasa, membuat warga panik. Mereka sibuk menyelamatkan perabotan rumah tangga dan barang – barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Ia menganggap pembersihan maupun penataan gorong – gorong sudah sangat mendesak. Kalau tidak, Karangturi akan terkena imbasnya, manakala curah hujan tinggi.

“Kami berharap BPBD, relawan, aparat dan masyarakat bisa bahu membahu untuk menangani masalah ini. Soalnya hujan deras 2 jam saja, Karangturi rawan kena banjir susulan. Senin malam itu termasuk sangat parah, baru kali pertama ini terjadi soalnya, “ jelas Camat.

Harjono menambahkan banjir juga melanda SMP N 2 Lasem di pinggir jalur Pantura Desa Sendangasri. Banjir seperti biasa disebabkan luapan air sungai yang berada di depan sekolah tersebut.

Sampai dengan Selasa siang (02 Januari 2017), petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menyedot air yang menggenangi lingkungan sekolah. 6 mesin pompa air dikerahkan, untuk mengalirkan banjir menuju sungai. Pihaknya menyarankan langkah – langkah penanganan, untuk jangka pendek dan jangka panjang. Diantaranya memasang pipa paralon pembuangan air dan melengkapi plat baja di pintu gerbang sekolah, untuk menghalangi banjir masuk.

“Kalau saya amati aliran sungai di sini pendangkalannya sudah parah, semak – semak tanaman yang menutupi juga banyak. Syukur apabila masyarakat turun kerja bhakti, sambil menunggu penanganan pemerintah. Kalau pemerintah kan terkait intervensi anggaran, butuh proses waktu, “ imbuh Harjono.

Kepala SMP N 2 Lasem, Istichomawati mengungkapkan banjir di sekolahnya sudah sering terjadi. Tahun 2014 lalu dampaknya parah, karena buku dan komputer basah terkena banjir. Kali ini sebatas menggenangi 1 kelas, tepatnya VII A. Meski demikian 535 siswa di sekolahnya dibebaskan pelajaran pada hari pertama masuk sekolah, usai libur panjang. Ia menegaskan pihaknya telah berupaya meninggikan bangunan di bagian belakang. Karena sekarang luapan air dari depan sekolah, dirinya berharap ada normalisasi sungai dan penebingan yang layak.

“Kuncinya di depan sekolah, harus ditinggikan, kemudian ditebing. Kalau nggak, mungkin ya akan tetap rawan banjir. Soalnya posisi  sini rendah dan menjadi semacam pertemuan air dari daerah pegunungan, “ tutur wanita warga Kelurahan Tanjungsari ini.

Istichomawati menambahkan setelah sepanjang hari Selasa dimanfaatkan untuk kegiatan kerja bhakti, kemungkinan Rabu besok (03/01) aktivitas belajar mengajar sudah bisa dimulai. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *