Flash News
No posts found

Selisih Belanja Pegawai Sangat Besar, Polres Ajukan Revisi

Penandatanganan pakta integritas dalam penggunaan anggaran di aula Mapolres Rembang, Jum’at siang. (gambar atas) komposisi DIPA Polres Rembang tahun 2018.

Penandatanganan pakta integritas dalam penggunaan anggaran di aula Mapolres Rembang, Jum’at siang. (gambar atas) komposisi DIPA Polres Rembang tahun 2018.

Rembang – Pengelolaan anggaran pada tahun 2017 di jajaran Polres Rembang, mengalami selisih belanja pegawai yang sangat besar. Akibatnya, terkesan serapan anggaran masih rendah.

Hal itu disebabkan selisih belanja pegawai dan jumlah anggota Babinkamtibmas yang ternyata belum sesuai.

Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Pranandya Subyakto menjelaskan masalah tersebut ketika sosialisasi anggaran di aula Mapolres Rembang, Jum’at siang (05 Januari 2018). Ia memperinci pada tahun 2017, pihaknya mendapatkan alokasi dana sekira Rp 78,1 Miliar. Yang terserap Rp 65 Miliar, sedangkan sisanya Rp 13,1 Miliar tidak terserap.

Bukan berarti karena tidak mampu menyerap, melainkan ada data yang melenceng dari perhitungan awal. Diantaranya tentang belanja pegawai serta jumlah Babinkamtibmas. Babinkamtibmas yang mendapatkan tunjangan khusus, hanya berjumlah 71 orang, namun tercatat 118 personel.

“Kami sudah mengajukan revisi kepada satuan atas, tapi belum mendapatkan tanggapan. Seandainya bisa direvisi sejak dulu, estimasi serapan anggaran tahun 2017 bisa menembus angka 96 %. Revisi ini penting, biar kita tidak dianggap serapannya rendah, “ jelas Wakapolres.

Kompol Pranandya menambahkan untuk nominal anggaran yang diterima Polres Rembang tahun 2017 mencapai Rp 78,1 M, sedangkan tahun 2018 Rp 71,4 Miliar lebih. Masing – masing dibagi untuk belanja modal Rp 43,5 Juta, belanja pegawai termasuk membayar gaji Rp 53,5 Miliar, dan belanja barang Rp 17,7 Miliar.

“Sumber anggaran rupiah murni dan dari penghasilan negara bukan pajak (PNBP). Angkanya dari 2017 ke 2018 memang seperti turun, tapi sejatinya naik, mengingat masih terpengaruh oleh selisih belanja pegawai cukup signifikan. Rencananya kami akan pasang banner, biar komposisi anggaran dapat dilihat masyarakat sebagai bentuk transparansi, “ bebernya.

Sementara itu, AKBP Yudi Priyono dari Perencanaan Program Polda Jawa Tengah meminta Polres lebih cermat dalam menghitung pengajuan anggaran. Acuannya selalu bulan terakhir. Mulai berapa jumlah anggota pensiun dan tiap memasukkan estimasi tambahan personel jangan terlalu banyak. Mengingat kalau serapan rendah, anggaran akan dikurangi.

“Apabila serapan mencapai 100 %, akan menerima reward. Tapi kalau minus, apalagi pada belanja barang dan modal, anggaran dari pusat akan dikurangi. Saya kira hal ini harus dicermati. Misalnya tri wulan pertama sudah menggunakan 25 %, kemudian tri wulan ke dua meningkat jadi 60 %. Berjaga – jaga pula kalau ada pemangkasan anggaran, “ ungkapnya.

Kegiatan pemaparan anggaran tersebut diikuti para Kabag, Kasat, Kapolsek, termasuk dari institusi Kodim serta awak media. Di sela – sela sosialisasi, perwakilan Polres Rembang meneken pakta integritas, yang intinya kesanggupan menggunakan anggaran dengan benar dan terbebas dari praktek korupsi, kolusi, nepotisme. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *