Flash News
No posts found

Longsor Semakin Meresahkan, 3 Unit Rumah Harus Dipindah

Radi, salah satu warga Dusun Dresan mengamati belakang rumahnya yang terancam longsor. (gambar atas) warga bersama aparat membongkar rumah milik Rustam, Minggu pagi (07/01).

Radi, salah satu warga Dusun Dresan mengamati belakang rumahnya yang terancam longsor. (gambar atas) warga bersama aparat membongkar rumah milik Rustam, Minggu pagi (07/01).

Sumber – Gara – gara bencana longsor bantaran sungai, 3 rumah warga di Dusun Dresan Desa Sekarsari Kecamatan Sumber terpaksa harus dibongkar Minggu pagi (07 Januari 2018). Mereka yang merupakan keluarga kurang mampu akhirnya dipindahkan ke lokasi lain.

Sungai yang meluap menggerus tanah permukiman penduduk. Pondasi bangunan rumah sudah ambrol. Akibatnya longsor sepanjang hampir 20 an meter, nyaris menghanyutkan rumah warga. Sedikitnya ada 3 unit rumah terancam, masing – masing milik Radi, Rustam dan Jayus. 9 jiwa dari 3 kepala keluarga tersebut, sementara mengungsi ke rumah kerabatnya.

Khawatir akan terjadi longsor susulan lebih besar, warga memutuskan membongkar rumah mereka. Rustam dan Jayus pindah ke lahan milik desa di belakang SD N II Sekarsari, yang berjarak sekira 0,5 kilo meter dari tempat tinggalnya semula, sedangkan Radi pindah ke lahan lain miliknya sendiri.

Radi menceritakan tanda – tanda longsor sudah terlihat sejak tahun 2017 lalu. Begitu Jum’at petang kemarin turun hujan deras di daerah selatan, debet air sungai meningkat. Gerusan longsor di belakang rumahnya bertambah parah. Radi sampai Minggu siang masih memilih bertahan, sambil mencari hari baik untuk pindah.

“Setelah pondasi rumah belakang saya runtuh, tanah saya tutup plastik, biar untuk mengurangi longsor. Saya kebetulan punya tanah lain yang mau tak tempati, biar lebih dekat sama cucu, “ ungkapnya.

Korban longsor lainnya, Rustam mengaku jika tetap memaksakan bertahan di pinggir sungai, rumahnya rawan ambruk. Ia selalu was – was kalau ada kiriman banjir. Rustam akhirnya menyetujui tawaran pihak desa, mengingat tidak punya tanah lain.

“Rumah sama perabotan kita pindahkan semua, daripada nanti terbawa longsor mas. Isteri sama anak juga setuju untuk pindah. Mau gimana lagi, beruntung pihak desa peduli membantu kami yang lagi kesusahan. Kelak kalau kami sudah punya tanah sendiri, insyaallah akan meninggalkan tanah bondho desa, “ tutur Rustam.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Desa Sekarsari, Hadi Suyono memastikan lahan baru yang akan ditempati oleh korban longsor, aman dari bencana serupa, karena lokasinya jauh dari bantaran sungai. Terkait dengan penebingan titik longsor, menurutnya percuma. Hadi beralasan pergerakan tanah sudah meluas. Apalagi pembangunan tebing membutuhkan anggaran besar.

“Saya kira kalau ditebing kok sulit mas, ini tanah terus gerak. Yang paling pokok sekarang, penyelamatan korban dan harta bendanya. Jangan sampai ada korban jiwa, manakala cuaca buruk, “ ucapnya.

Proses pembongkaran 2 rumah berlangsung cukup cepat, karena ditangani bersama – sama oleh anggota TNI/Polri, relawan dan masyarakat. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan bahan makanan kepada para korban.

Saat ini kondisi arus sungai yang melintasi Desa Sekarsari Kecamatan Sumber masih cukup deras. Sungai di perbatasan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati tersebut, merupakan pertemuan air sejumlah anak sungai, sebelum akhirnya menggelontor menuju laut. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *