Flash News
No posts found

Demo Nelayan Cantrang, Tuding Pemerintah Lakukan 3 Kebohongan

Suasana aksi demo nelayan cantrang di jalur Pantura depan gedung DPRD Rembang, Senin siang (08/01).

Suasana aksi demo nelayan cantrang di jalur Pantura depan gedung DPRD Rembang, Senin siang (08/01).

Rembang – Ribuan nelayan cantrang di Kabupaten Rembang, Senin siang (08/01/2017) memblokir akses jalur Pantura Semarang – Surabaya. Mereka memprotes kebijakan larangan jaring cantrang, karena menimbulkan banyak pengangguran.

Sekira 5 ribuan nelayan, pemilik kapal cantrang beserta keluarganya mengawali aksi demo dengan berjalan kaki dari pelabuhan Tasikagung menuju gedung DPRD Rembang. Ketika long march, massa memenuhi jalur Pantura. Sesampainya di depan gedung dewan, peserta aksi duduk di tengah jalan, sehingga mengakibatkan kemacetan.

Jalur pantura pun nyaris lumpuh. Mobil dan truk kecil masih bisa dialihkan ke jalur alternatif, sedangkan truk – truk besar terjebak macet sekira 3 jam. Massa sempat merangsek masuk ke halaman DPRD. Perwakilan nelayan cantrang berorasi secara bergantian di atas truk. Mereka mendesak kepada pemerintah untuk melegalkan jaring cantrang secara nasional. Selain itu, menuntut Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mundur dari jabatannya. Apalagi dampak larangan cantrang ini memicu 24 ribuan pengangguran baru di Kabupaten Rembang. Dihitung berdasarkan jumlah nelayan, buruh bongkar pelabuhan, sopir, maupun buruh industri ikan.

Nelayan cantrang juga mengumpulkan sejuta surat kepada Presiden Joko Widodo. Isinya Presiden diberi pilihan, mau memilih kaum nelayan atau Menteri Susi Pudjiastuti.

Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Rembang, Suyoto mengatakan pihaknya menagih janji pemerintah saat aksi demo bulan Juli tahun 2017 lalu di Jakarta. Dulu pemerintah siap membantu penggantian alat tangkap, permodalan dan mengerahkan tim independen untuk mengkaji jaring cantrang merusak lingkungan atau tidak. Namun kenyataannya sampai sekarang janji tersebut masih mlempem.

“Bantuan alat tangkap sangat minim sekali, kemudian janji bantuan permodalan. Bukannya banknya yang ndak mau minjemin, tapi program pemerintah yang fatal, pembohongan publik. Untuk janji ketiga ini, tolong para wakil rakyat buka telinga, pemerintah menjanjikan ada tim independen untuk mengkaji jaring cantrang. Mana timnya, nggak ada, “ beber Suyoto saat mimbar bebas.

Pihak DPRD Rembang sejatinya sudah berulang kali menyampaikan aspirasi nelayan cantrang kepada Kementerian Kelautan Dan Perikanan. Wakil Ketua DPRD Rembang, Gunasih mengusulkan agar cantrang tidak dilarang, tapi diatur penggunaannya. Namun sampai sekarang, kementerian masih menolak usulan itu.

“Kita sudah berulang kali datang ke sana, penginnya jaring cantrang jangan dilarang, minimal diatur. Bukan dilarang lho. Cuman kementerian masih bersikukuh. Meski demikian kami tetap akan menindaklanjuti lagi, “ ujar politikus Demokrat ini.

Di sela – sela aksi, nelayan yang geram nekat membakar replika patung Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Seorang juru mudi kapal cantrang dari Desa Tasikagung, Gunawan mengaku semenjak izin kapalnya habis, tak berani melaut lagi, karena pasti dituduh terlibat penangkapan ikan secara illegal. Menurutnya demo kali ini akan dilanjutkan lebih besar di Jakarta pada tanggal 17 Januari mendatang. Khusus dari Kabupaten Rembang diberangkatkan 60 – 100 bus.

“Kita berusaha untuk patuh, taat perizinan. Menurut saya cantrang merupakan alat tangkap ramah lingkungan, kenapa kok dilarang. Ini keluarga mulai kelaparan pak. Harapan kami nanti pas di Jakarta, cantrang bisa dilegalkan, “ cetus Gunawan.

Aksi demo nelayan cantrang di depan gedung DPRD relatif cukup kondusif. Ratusan polisi dan TNI tampak berjaga – jaga mengamankan jalannya unjuk rasa tersebut. Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa turun langsung memantau pergerakan massa. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *