Flash News
No posts found

Dikepung Nelayan Cantrang, Ini Tanggapan Bupati

Orasi perwakilan nelayan di dekat baliho Bupati dan Wakil Bupati Rembang. (gambar atas) peserta aksi menunjukkan surat untuk Presiden Jokowi, Senin (08/01).

Orasi perwakilan nelayan di dekat baliho Bupati dan Wakil Bupati Rembang. (gambar atas) peserta aksi menunjukkan surat untuk Presiden Jokowi, Senin (08/01).

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menemui para pendemo nelayan cantrang, hari Senin (08 Januari 2018).

Hafidz yang turut didampingi Wakil Bupati, Bayu Andriyanto naik ke atas truk, untuk menanggapi keluhan nelayan. Abdul Hafidz siap menemui Presiden Joko Widodo, bersama dengan perwakilan nelayan, pengurus kapal maupun pengusaha pengolahan ikan, agar mendapatkan solusi terbaik. Tapi karena bertemu dengan Presiden cukup sulit dan harus melewati birokrasi yang panjang, ia memohon waktu.

“Baik dari ABK dan pengusahanya, ayo berangkat kapan menemui pak Jokowi. Tak atasi saya sama perwakilan ya. Saya minta waktu, karena menemui pak Presiden tidak mudah. Setuju tidak ? , “ kata Hafidz langsung dijawab setuju oleh pendemo.

Abdul Hafidz menegaskan dirinya tidak berbohong. Ia mencontohkan seusai demo nelayan beberapa waktu lalu di Jakarta, hanya Bupati Rembang yang berhasil bertemu dengan Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Pihaknya menyampaikan kondisi yang terjadi, sehingga masa toleransi pemakaian jaring cantrang diperpanjang hingga akhir tahun 2017. Setelah nanti bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Hafidz memastikan hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat nelayan.

“Tidak ada Bupati yang diterima bu Susi, kecuali Bupati Rembang pada saat itu. Saya sampaikan aku kudu ketemu bu Susi, akhirnya ditemui. Lha piye diperpanjang apa tidak ? Ndak usah nuntut macem – macem, nanti pokoknya apapun hasil pertemuan dengan pak Presiden, akan kami sampaikan, wis sakiki mulih wae (sekarang lekas pulang), aman, “ pungkas Hafidz.

Sebelumnya, Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat bersama – sama menjaga sumber daya kelautan. Ia menjadi menteri kalau dipakai terus oleh Presiden, maksimal hanya sampai 5 tahun, tapi kelangsungan laut harus menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Tidak hari ini saja, tapi untuk generasi berikutnya.

“Stok ikan sudah meningkat, saya ingin kondisi ini tetap terjaga. HP saya sudah disebar di mana – mana. Kalau tahu ada kapal asing nangkep ikan di laut kita, silahkan telfon saya. Laut Indonesia, harus dimiliki Indonesia. Saya jadi menteri, mungkin hanya sampai 5 tahun kalau dipakai terus. Tapi kedaulatan laut harus kita pertahankan selamanya, “ tandas Susi.

Susi juga menyarankan nelayan Pantura Jawa Tengah menangkap ikan di perairan Arafuru dan Natuna. Nilai ikan di sana jauh lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. Belakangan tawaran Susi tersebut, ditolak nelayan cantrang Kabupaten Rembang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *