Flash News
No posts found

Perangkat Desa Terpilih Sudah Bekerja, Laporan Tetap Diproses Inspektorat

Sis Utami, pelapor dari Desa Kedung Kecamatan Pancur saat berada di kantor Inspektorat, belum lama ini.

Sis Utami, pelapor dari Desa Kedung Kecamatan Pancur saat berada di kantor Inspektorat, belum lama ini.

Pancur – Pihak Inspektorat Kabupaten Rembang sampai hari Selasa (09 Januari 2018) masih mendalami masalah penerimaan seleksi Perangkat Desa Kedung Kecamatan Pancur, meski 3 orang perangkat baru telah dilantik dan sudah aktif bekerja.

Inspektur Pembantu Wilayah IV Inspektorat Kabupaten Rembang, Imam Teguh Susatyo, menjelaskan pihaknya sudah menyelesaikan pengumpulan bahan keterangan, termasuk kunjungan langsung ke Desa Kedung. Hasil kesimpulan apakah terjadi pelanggaran atau tidak, menurutnya belum sampai titik tersebut. Untuk mengarah kesana perlu proses.

“Kalau permintaan keterangan sudah kami lakukan. Jika ternyata dianggap masih kurang, kita bisa turun lagi. Yang jelas belum sampai pada kesimpulan. Untuk Kedung, masih dalam proses,. Kita tidak bisa gegabah, “ jelas Imam.

Data yang kami terima, sejumlah saksi sudah dikorek keterangannya. Mulai Kepala Dusun, Wage, kemudian perangkat desa lainnya, Epran yang sempat merangkap sebagai ketua panitia seleksi perangkat desa, pelapor Sis Utami dan 3 perangkat desa terpilih. Salah satu fokus pemeriksaan tentang Surat Keputusan (SK) Ketua Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) yang dibuat oleh Kepala Desa dan diberikan kepada Aditya Budi Darmawan, peringkat pertama dalam seleksi perangkat desa Kedung. Hal itu sesuai dengan laporan awal Sis Utami, pada tanggal 11 Desember 2017 lalu. Dari SK KPMD, membuat Aditya memperoleh tambahan nilai pengabdian 7. Pelapor menganggap ada kejanggalan.

Epran, salah satu perangkat desa yang dulu sebagai ketua panitia seleksi perangkat desa menjelaskan saat diperiksa petugas Inspektorat, sebatas menyampaikan waktu itu tinggal menerima SK KPMD yang dilampirkan Aditya Budi Darmawan, bahkan telah dilegalisir. Soal pembuatan SK tersebut dibuat menjelang pencalonan atau sudah lama, dirinya enggan berkomentar lebih lanjut. Ia berharap polemik tersebut lekas selesai.

“Ketika pendaftaran kan ada SK KPMD plus dilegalisir tanda tangan pak Kades, kita sebagai panitia ya hanya menerima saja. Bukan ranah panitia untuk menelusuri lebih jauh, SK ini gimana, asal usulnya seperti apa. Kebetulan sebelumnya pak Kades sudah mengumumkan si Budi ini menjabat Ketua KPMD, menggantikan ketua lama, “ kata Epran.

Pendaftar perangkat desa di Kedung Kecamatan Pancur sebanyak 14 orang. Hanya 3 orang yang terpilih, masing – masing Aditya Budi Darmawan, Sofi Ulfatun Nisa dan Dian Nurhayati. Sedangkan pelapor yang kecewa, Sis Utami menempati posisi 4. Sebelumnya, Kepala Desa Kedung, Supri menegaskan proses seleksi sudah sesuai aturan dan tidak perlu dipermasalahkan. Sama sekali ia tak pernah mengkondisikan orang – orang tertentu harus lolos seleksi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *