Flash News
No posts found

Sempat Memanas, Ada Pemandangan Beda Saat Lelang Ikan

Petugas Satpol PP berjaga – jaga di TPI Tasikagung Rembang, Selasa (09/01).

Petugas Satpol PP berjaga – jaga di TPI Tasikagung Rembang, Selasa (09/01).

Rembang – Kegiatan lelang di tempat pelelangan ikan (TPI) kapal mini pursesine Tasikagung, Rembang, hari Selasa (09 Januari 2018), terpaksa harus dijaga belasan anggota Satpol PP dan petugas Satpolair Polres Rembang.

Hal itu untuk mengantisipasi gesekan dengan nelayan kapal cantrang yang sudah lama menganggur, sejak larangan operasional jaring cantrang mulai awal tahun 2018. Muncul kekhawatiran terjadi kecemburuan sosial, semenjak beredar kabar apabila kapal cantrang berhenti, kapal mini pursesine harus ikut berhenti.

Mono, seorang petugas keamanan di TPI Tasikagung menyebutkan tanda – tanda kerawanan mulai terasa Selasa pagi. Ada laporan kapal mini pursesine akan bersandar di Pelabuhan Tasikagung, diduga ditolak oleh nelayan cantrang. Setelah itu pihaknya meminta bantuan Satpol PP dan aparat keamanan.

“Yang satu berhenti, yang lain ya harus berhenti gitu katanya. Makanya di sini ada petugas Satpol PP ikut berjaga – jaga. Sampai kapan Satpol PP menjaga lelang ikan, kemungkinan sampai situasi benar – benar kondusif, “ kata Mono.

Salah satu bakul ikan di TPI Tasikagung, Kasmirah mengaku sempat melihat suasana ramai di sekitar tempat pelelangan. Wanita asal Kragan ini merasa takut, karena sempat terdengar suara teriakan memprotes nelayan mini pursesine. Setelah datang petugas Satpol PP, dirinya sedikit tenang. Kebetulan setiap hari ia biasa membeli ikan dari TPI Tasikagung.

“Ya takut sekali mas, ramai soalnya. Jadi saya milih menjauh, kalau ada apa – apa gimana. Tapi nggak sampai bentrok fisik kok. Muda – mudahan besok lelang bisa berjalan lancar, nggak ada penolakan lagi, “ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala TPI Tasikagung Rembang, Tukimin menyebutkan masalah tersebut langsung dirapatkan, dipimpin oleh Wakil Bupati, Bayu Andriyanto. Perwakilan nelayan cantrang dan mini pursesine turut dihadirkan. Akhirnya ada kesepakatan, nelayan mini pursesine tetap boleh bersandar dan membongkar ikannya di Pelabuhan Tasikagung.

“Alhamdulilah tadi sudah ada kesepakatan bersama. Pengurus kapal cantrang siap meneruskan hasil kesepakatan kepada anggotanya di tingkat bawah. Bagaimanapun perlu disikapi dengan kepala dingin mas, mohon semua pihak mau menahan diri dan jangan mudah terpancing provokasi, “ tandasnya.

Tukimin menimpali khusus hari Selasa (09/01), jumlah kapal mini pursesine yang melelangkan ikannya ke TPI Tasikagung sebanyak 9 kapal. Saat kondisi ramai, bisa mencapai 30 an kapal. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *