Flash News
No posts found

3 Pasar Jadi Sasaran, Pemkab Beberkan Apa Saja Keunggulan e-Retribusi

Suasana launching e-retribusi di Pasar Rembang, Selasa (09/01).

Suasana launching e-retribusi di Pasar Rembang, Selasa (09/01).

Rembang – Sistem e-retribusi yang diterapkan di 3 pasar mulai hari Selasa (09/01/2018) tidak akan menggusur para pegawai, yang selama ini menarik uang restribusi secara manual.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan masalah itu saat melaunching e-retribusi di halaman tengah Pasar Rembang, Selasa pagi (09/01). Menurutnya, pegawai yang ada tetap akan diberdayakan. Nanti tinggal dipetakan, sesuai dengan kebutuhan pasar. Pemkab Rembang menargetkan penerapan e-retribusi di semua pasar pada tahun 2019. Alasannya, cara tersebut memiliki sejumlah keunggulan, yakni praktis, mengurangi potensi penyimpangan dan kemungkinan uang palsu.

“e-retribusi mengurangi resiko. Uang palsu nggak akan terjadi, mohon maaf kebocoran juga nggak akan terjadi. Lha karyawan mau dikemanakan, nanti karyawan akan dialihkan untuk tugas lain, apabila sudah berjalan. Kami akan menghitung tingkat kebutuhan, yang penting pelayanan kepada pedagang berjalan optimal, “ ujar Bupati.

Ketiga pasar yang menjadi sasaran e-retribusi pada tahap pertama ini meliputi Pasar Rembang, Pasar Lasem dan Pasar Sarang. Hafidz menimpali pembayaran non tunai semacam itu merupakan bentuk memajukan sektor perdagangan. Apalagi pembayaran non tunai di Indonesia masih ketinggalan jauh dengan negara – negara lain. Pihaknya ingin pasar tradisional di Kabupaten Rembang lebih maju ke arah semi modern.

“Kalau kita nggak cepat ambil momen, bisa – bisa ketinggalan. Kartunya saja per biji Rp 8 ribu, kalau 5 ribu pedagang butuh anggaran Rp 400 Juta. Tapi nggak apa – apa, karena cara ini untuk membentuk sistem menggerakkan ekonomi lebih cepat. E-retibusi merupakan salah satu upaya kami menata pasar, “ tambahnya.

Seorang pedagang Pasar Rembang, Kumaedi mengaku menempati toko ukuran 3,5 x 4 meter. Ada 2 macam retribusi, yakni sewa tempat bulanan Rp 84 ribu dan retribusi harian untuk kebersihan Rp 500. Total sebulan membayar retribusi Rp 99 Ribu.

“Menurut hasil sosialisasi, nantinya pedagang membeli semacam isi ulang di Bank Jateng. Kemudian untuk keperluan menggesek, ada petugas pasar didampingi pegawai Bank Jateng keliling. Katanya sich gitu, “ ungkapnya.

Pada tahun pertama, Bank Jateng menyediakan 2000 kartu e-Retribusi, satu printer, satu penginjek data, dan  empat unit layanan Mandiri Mobile POS (mPOS). Setiap transaksi akan tercatat oleh sistem, dan mudah terpantau melalui website. Kepala Bank Jateng Cabang Rembang, Dwi Handoyo menyebutkan jumlah layanan sementara untuk 354 kios dan 1263 kios dalam. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *