Flash News
No posts found

LSM Oi Menuai Komplain, Langsung Menarik Tiket Undangan Kegiatan

Arif Bakhtiar menunjukkan salah satu tiket undangan Ormas Oi untuk kegiatan di Gedung Haji bulan Februari mendatang. Pihaknya memprotes kemiripan nama dan logo.

Arif Bakhtiar menunjukkan salah satu tiket undangan Ormas Oi untuk kegiatan di Gedung Haji bulan Februari mendatang. Pihaknya memprotes kemiripan nama dan logo.

Rembang – Para pecinta Iwan Fals yang tergabung dalam Badan Pengurus Kota Ormas Oi Kabupaten Rembang memprotes Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Orang Indonesia atau LSM Oi di Kabupaten Rembang, karena kemiripan nama dan logo yang sering mengakibatkan masyarakat salah paham.

Arif Bakhtiar, salah satu pengurus Ormas Oi di Rembang mengatakan pihaknya memiliki sekretariat di Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan, sedangkan LSM Oi mempunyai sekretariat di Jl. Sudirman Rembang. Belakangan ini LSM Oi menyebarkan tiket undangan serta meminta sumbangan ke instansi pemerintah maupun swasta, untuk melangsungkan pentas musik tembang kenangan dan campursari di Gedung Haji Rembang, pada tanggal 24 Februari 2018 mendatang.

Para fans Iwan Fals di Ormas Oi merasa keberatan, ketika masyarakat menganggap ada penggalangan dana semacam itu. Padahal yang melaksanakan kegiatan adalah LSM Orang Indonesia. Pihaknya tidak menyoroti aktivitas mereka, karena hak lembaga masing – masing. Hanya saja Arif menuntut agar logo dan nama Oi diganti. Termasuk tiket undangan penggalangan dana yang sudah terlanjur beredar, untuk ditarik.

“Ini kan rancu sekali mas, soalnya warga di luar sering bertanya kepada kami. Kami yang terbentuk 4 tahun lalu berbeda dengan mereka, saya tidak mempermasalahkan kegiatan LSM Oi. Namun mohon kemiripan logo dan nama Oi tersebut segera diatasi. Jangan sampai penggalangan dana untuk kegiatan dikira kami yang melakukan, padahal kita nggak tahu apa – apa, “ jelas Arif.

Menanggapi persoalan tersebut, Agustinus Satriyo, dari LSM Orang Indonesia mengungkapkan dirinya kebetulan termasuk penggemar Iwan Fals. Ketika membuat LSM, logo dan nama dimiripkan. Namun setelah muncul komplain dari pengurus Ormas Oi, dirinya mengklaim sudah mengganti nama Orang Indonesia menjadi Orang Indonesia Rembang (Oir). Begitu pula 40 buah tiket undangan yang sudah terkirim atas nama Oi, sebagian besar sudah ditarik dan diganti dengan nama baru, Oir.

“LSM Oi kini berubah menjadi Orang Indonesia Rembang. Undangan kita ganti baru, sampai hari Kamis (11 Januari 2018) ini, dari 40 buah, 25 % nya sudah kami tarik. Kebetulan tiket undangan di Gedung Haji nggak sekedar untuk senang – senang. Tapi ada pula sunatan massal. Semakin banyak pendaftarnya, saya kira semakin baik, “ tandas Satriyo.

Menyangkut ketidaknyamanan pihak lain, gara – gara kemiripan logo dan nama tersebut, Satriyo yang tinggal di Perumahan Tireman, Rembang ini sudah melakukan klarifikasi, sekaligus permohonan maaf kepada Badan Pengurus Kota Ormas Oi Kabupaten Rembang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *