Flash News
No posts found

Penipuan Incar Pemilik Toko, Hati – Hati Ini Modusnya

Barang yang dibeli pemilik toko. (gambar atas) Anggota Polsek Sluke menggelar olah TKP.

Barang yang dibeli pemilik toko. (gambar atas) Anggota Polsek Sluke menggelar olah TKP.

Sluke – Kasus dugaan penipuan dengan modus menjual barang supaya cepat laku, terjadi di Desa Sluke Kecamatan Sluke. Hal ini patut diwaspadai oleh masyarakat, terutama bagi pemilik toko. Apalagi disinyalir ada jaringan yang berpura – pura menjadi pemesan, sekaligus bekerja sama dengan sales barang.

Peristiwa itu terjadi di toko Dadi Mulyo milik Soejati, warga RT 02 RW 02 Desa Sluke. Cerita bermula ketika hari Selasa (09/01), seorang pria datang ke toko Dadi Mulyo, mengaku bernama Mulyono, warga Desa Manggar Kecamatan Sluke. Ia berniat membeli lem ban tubles cap Tiger dalam jumlah banyak. Namun karena pemilik toko tak mempunyai barang seperti yang dicari, Mulyono meninggalkan catatan nomor HP nya, supaya bisa dihubungi sewaktu – waktu kalau barang sudah ada.

Selang beberapa jam, datanglah mobil jenis Toyota Avanza warna putih ke toko Dadi Mulyo. Ada 2 orang laki – laki tak dikenal mengaku sebagai sales barang alat – alat sepeda angin. Salah satunya menawarkan barang lem serbuk ban tubles cap Tiger, kemasan bungkusnya berwarna hijau.

Pemilik toko kemudian menelfon pemesan barang. Mulyono berusaha meyakinkan kepada pemilik toko untuk membeli barang yang dibawa sales itu. Pemilik toko membeli 40 buah, masing – masing seharga Rp 340 ribu. Harga keseluruhan Rp 13,6 Juta, tapi baru bisa membayar Rp 9 Juta. Mulyono melalui telefon menjanjikan siap membeli lem tersebut seharga Rp 380 Ribu per buah, sehingga pemilik toko bisa meraup keuntungan lumayan. Setelah membayar, sales pergi. Sedangkan Mulyono, sang pemesan barang tak kunjung datang ke toko. Nomor HP nya ketika dihubungi juga tidak aktif. Kecurigaan pemilik toko semakin kuat, manakala mencari latar belakang produk lem tubles cap Tiger di internet, ternyata tidak ada di pasaran. Merasa telah tertipu, menantu korban akhirnya melapor ke Polsek Sluke.

Kanit Reskrim Polsek Sluke, Aiptu Yudi Kristianto menyatakan baru kali pertama menerima pengaduan semacam itu.

“Jadi ada 3 orang yang kami lidik, 1 adalah pemesan dan 2 orang sales barang. Pihak toko memang terpengaruh atas iming – iming laba, padahal nggak kenal dengan pemesan dan sales. Sales yang meninggalkan nomor HP, ditelfon juga nggak nyambung, “ tuturnya.

Aiptu Yudi Kristianto menambahkan pihaknya langsung menggelar olah TKP dan memeriksa para saksi. Polsek masih menyelidiki kasus tersebut. Saat mengecek ke Desa Manggar, ternyata tidak menemukan warga bernama Mulyono, sesuai dengan ciri – ciri yang disampaikan korban.

“Kita datangi toko TKP nya, ambil gambar dan interogasi singkat dengan korbannya langsung. Kondisi yang bersangkutan masih shock. Lem serbuk cap Tiger diserahkan kepada kami, untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Nomor HP sudah kami telusuri, belum bisa komunikasi sama mereka. Rekaman cctv nggak ada. Korban juga nggak tahu plat nomor kendaraan sales, “ kata Yudi.

Bisa saja komplotan penipu ini menyasar ke tempat lain, dengan menjual produk berbeda. Maka pihak kepolisian menyerukan masyarakat untuk lebih waspada. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *